Lee Zii Jia Korban Terbaru, Regulasi BWF Soal Semprotan Pain Killer Diminta Ditinjau Ulang
AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, menjadi pemain keempat yang menjadi korban di BWF World Tour Finals 2024 atau Final BWF akibat aturan medis baru yang dikeluarkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).
Aturan terbaru BWF yang dipersoalkan Lee Zii Jia adalah perawatan medis seperti penghapusan satu jatah penyemprotan penghilang rasa nyeri (pain killer) selama pertandingan. Namun, pemain bisa mendapatkan semprotan pain killer saat pertandingan memasuki interval.
Regulasi terkait masalah medis itu diperbarui pada 15 November 2024 yang artinya ini terjadi sebelum bergulirnya BWF World Tour Finals 2024, 11-15 Desember 2024.
Baca Juga: Viktor Axelsen Minta Aturan Wajib Bertanding BWF yang Dianggap Rugikan Pemain Dipertimbangkan
Sayangnya, regulasi terbaru dari BWF ini malah banyak memakan korban dari pihak pemain. Sebelum Lee Zii Jia, sudah ada tiga pemain lain yang menderita, di antaranya adalah Ren Xian Yu, Aya Ohori, dan Fajar Alfian.
Fajar misalnya, bahkan meminta aturan medis terbaru ini harus segera ditinjau ulang karena memang sangat merugikan pemain di balik jadwal padat yang harus mereka jalani selama 12 bulan dalam satu musim.
"Memang sangat disayangkan dengan peraturan medis BWF yang terbaru," jelas Fajar dalam keterangan resminya.
"Untuk insiden cedera seperti saya ini harusnya bisa diberikan pertolongan pertama. Semoga aturan ini bisa ditinjau ulang."
Baca Juga: PBSI Bakal Bawa Insiden Zhang Zhi Jie ke BWF, Ajukan Perubahan Regulasi tentang Tim Medis
Fajar mengalami cedera saat menjalani laga fase grup melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Mampu mencuri set pertama dengan skor 21-19, Fajar/Rian harus kalah ketika kehilangan dua set selanjutnya dengan skor 14-21 dan 15-21.
Setelah jeda interval set pertama, Fajar sempat sedikit melakukan kesalahan saat mendarat yang berujung angke kaki kirinya terkilir.
Tandem Rian Ardianto itu langsung meminta perawatan medis. Namun, umpire pertandingan saat itu tidak memperbolehkan Fajar mendapat perawatan pertama untuk penyemprotan pain killer.
Hal itu baru didapatkan Fajar setelah gim pertama berakhir. Namun, hal dinilai sangat telat dan akhirnya berujung kekalahan bagi Fajar/Rian setelah di dua set selanjutnya Aaron/Soh mampu mencuri kemenangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








