Gregoria Mariska Hanya Turun di All England, Putri Kusuma Wardani Lanjut ke Swiss
Leo Farhan | 21 Februari 2025, 17:55 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Sektor tunggal putri Pelatnas PBSI, Imam Tohari, menyampaikan perkembangan persiapan yang sudah dijalani pasukannya untuk menghadapi BWF World Tour seri Eropa.
Tur Eropa akan diawali oleh Kejuaraan Jerman Terbuka pada 25 Februari-2 Maret 2025 sampai kejuaraan penutup di Swiss Terbuka pada 18-23 Maret 2025.
"Untuk Jerman sama Orleans, di tunggal putri cuma ada Komang Ayu saja," kata Imam saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (19/2).
"Sedangkan di All England dan Swiss, Gregoria (Mariska Tunjung) hanya All England. Tapi, untuk untuk Putri (Kusuma Wardani) dia dari All England ke Swiss."
Imam menegaskan bahwa masa persiapan pasukannya sempat terpotong saat tampil di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia 2025 (BAMTC) akhir pekan kemarin.
Namun, dengan waktu yang cukup pendek tersebut dia fokus untuk mematangkan strategi dan teknik kepada pasukannya. Sementara untuk fisik, dia menilai anak asuhnya sudah sangat siap.
"Tinggal paling penting pas pertandingan. Kadang-kadang saya melihat masih banyak error sendiri. Jadi, di poin-poin penting masih terlalu banyak mikir," kata Imam.
"Itu yang sering menimbulkan permainan mereka tidak keluar dengan semestinya. Kalau saya lihat, seharusnya bisa lebih dari itu, tapi karena itu tadi kayak ada tegang atau apa."
Baca Juga: Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia: Putri Kusuma Wardani Pastikan Indonesia ke Semifinal
Hal itu diketahui dari laga terakhir pasukannya saat ambil bagian di ajang BAMTC 2025 akhir pekan lalu. Pemainnya masih belum bisa stabil dan tampil lepas.
"Terutama saya lihat di final untuk Putri, ada tekanan dan di situ biasanya dia susah untuk keluar. Namun, ketika dia tampil bagus, kualitas dia tidak seperti itu," kata Imam.
Menangani sektor tunggal putri sejak awal tahun ini, Imam mengaku belum melihat perubahan signifikan pada sektor yang dilatihnya. Semuanya masih dalam proses, terutama dengan bermain lebih aman.
Pasalnya, Gregoria dan kolega masih dinilai banyak melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu. Padahal, jika dilihat dari segi teknik pemain Indonesia tidak kalah dengan atlet-atlet dari negara lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








