Jelang All England 2025, Bagaimana Peluang Jonatan dan Fajar/Rian Pertahankan Gelar
Leo Farhan | 27 Februari 2025, 20:26 WIB

AKURAT.CO Pebulu tangkis elite Tanah Air tengah bersiap untuk mengambil bagian di ajang BWF World Tour Super 1000, All England 2025 yang bergulir di Utilita Arena, Birmingham, pada 11-16 Maret 2025.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa hasil tes fisik pemain yang bakal tampil di All England sebagian besar sudah masuk dalam parameter yang ditentukan.
Baca Juga: Jonatan, Ginting, dan Fajar/Rian Pulang ke Indonesia Usai All England, Siap-siap Kejuaraan Asia
Namun, khusus untuk sebagian kecil pemain yang belum masuk parameter, mereka akan didorong lewat program khusus yang dirancang oleh pelatih fisik dan tim pendukung.
Di tahun 2024, Indonesia mampu membawa pulang dua gelar dari Birmingham melalui sektor tunggal putra lewat Jonatan Christie dan ganda putra lewat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Sorotan jelas tertuju pada Jonatan dan Fajar/Rian, mampukah mereka mempertahankan gelar musim lalu. Khusus bagi Fajar/Rian, jika mereka mampu meraih gelar musim 2025, ini adalah tahun ketiga beruntun mereka menjuarai All England.
"Tidak hanya kepada Jojo dan Fajar/Rian, kami berharap semua elite players Indonesia dapat menunjukkan kualitas permainan dan prestasi tertinggi," jelas Eng Hian, Kamis (27/2/2025).
"Di sektor putri, selain Grego (Gregoria Mariska Tunjung) kami berharap Putri KW (Kusuma Wardani) bisa mencapai prestasi yang optimal."
Mentalitas berbeda tampaknya juga bakal dibawa Jorji-sapaan Gregoria. Pasalnya, peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 itu baru saja melepas masa lajang setelah dipinang Mikha Angelo pada Jumat, 21 Februari 2025 lalu.
Tunggal putri berusia 25 tahun itu bahkan rela menunda bulan madu mereka demi bisa fokus mempersiapkan diri jelang turnamen Super 1000 tersebut.
Beruntungnya, Mikha sangat mengerti kondisi Jorji sebagai atlet nasional yang banyak menjalani pertandingan internasional yang jadwalnya mungkin harus mengorbankan agenda pribadi.
"Sejak awal kami sudah ngomong, kondisi-kondisi saya sebagai atlet nasional bagaimana," kata Gregoria.
"Ada pertandingan-pertandingan yang harus saya ikuti yang jadwalnya mungkin harus mengorbankan agenda-agenda pribadi."
"Persiapan Grego ke All England berjalan normal, sesuai komitmen yang sudah disampaikan ke pelatih," Eng Hian menambahkan.
All England adalah salah satu turnamen bulu tangkis tertua di dunia, di mana, turnamen tersebut saat ini berusia 126 tahun sejak pertama kali digelar pada 1899 di London sebelum pada tahun 1994 pindah ke Birmingham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







