Usai Juara di Changzhou, Fajar/Fikri Bakal Siapkan Langkah Strategis Jelang Kejuaraan Dunia
Leo Farhan | 31 Juli 2025, 16:19 WIB

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan merebut gelar juara Super 1000 China Terbuka 2025.
Kemenangan ini terasa spesial terutama bagi Fikri yang terakhir kali naik podium tertinggi sejak All England 2022.
Fikri mengungkapkan rasa syukurnya usai mengalahkan unggulan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final dengan skor meyakinkan. Ia menyebut gelar ini sebagai momentum penting dalam perjalanan kariernya, terutama setelah melalui masa paceklik juara selama lebih dari tiga tahun.
"Alhamdulillah, Puji Tuhan bisa juara lagi setelah dari All England. Tiga setengah tahun tidak pernah juara, sekarang lulus cum laude, alhamdulillah. Semoga ini jadi titik balik untuk saya agar ke depan bisa lebih baik lagi," kata Fikri saat ditemui awak media di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (31/7).
Kesuksesan Fajar/Fikri di China tak lepas dari proses evaluasi mendalam yang mereka lakukan pasca kekalahan di perempat final Jepang Terbuka 2025 dari pasangan Malaysia, Izzuddin/Goh Sze Fei. Fikri menuturkan bahwa ia dan Fajar banyak berdiskusi untuk memperbaiki pola permainan.
"Setelah kalah di Jepang, kita cukup kecewa karena sebetulnya punya peluang menang. Di hotel kita banyak ngobrol, sharing, nonton ulang video pertandingan. Itu yang bikin semangat kita bangkit lagi untuk tampil lebih solid di China," ujarnya.
Menariknya, pasangan Fajar/Fikri sebenarnya tidak dijadwalkan untuk tampil berpasangan di turnamen Super 1000 ini. Fikri menjelaskan bahwa keputusan mereka berpasangan di China dan Jepang adalah hasil dari penyesuaian mendadak karena situasi pasangan reguler masing-masing.
"Awalnya saya memang dijadwalkan bertanding di China dan Makau saja karena Mas Rian masih main di Jepang. Tapi karena Mas Rian akhirnya tidak bisa berangkat, jadi sekalian saja saya main bareng A’ Fajar di Jepang juga. Makau batal karena A' Fajar mau fokus ke World Championship," ungkap Fikri.
Dengan kemenangan ini, keduanya tidak langsung melanjutkan ke Makau Open dan memilih untuk fokus pada persiapan menuju Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025. Keputusan ini dinilai strategis untuk menjaga kondisi fisik dan mematangkan kerja sama di level tertinggi.
"Untuk ke depan, saya pribadi belum tahu akan bagaimana. Tapi memang sejak awal ini hanya rencana pengisi agar saya bisa tetap bertanding. A' Fajar juga harus main di China karena dia top ten. Jadi ya, momen ini dimanfaatkan sebaik mungkin,"katanya.
Meski sempat mengalami kesulitan di awal berpasangan, terutama saat debut bersama di Jepang, Fikri menilai bahwa komunikasi menjadi kunci utama untuk membangun chemistry.
"Pertandingan pertama agak kaget, mainnya enggak enak. Tapi setelah ngobrol, diskusi, kita sepakat bagaimana mainnya. Sekarang sudah lebih paham satu sama lain," tutupnya.
Kemenangan ini menambah semangat Fikri dan Fajar, sekaligus membuka kemungkinan skema baru di sektor ganda putra Indonesia, yang tengah melakukan rotasi dan penyesuaian jelang sejumlah agenda besar termasuk Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





