Sebut Pentingnya Peran Indra Wijaya, Alwi Farhan: Dia Sudah seperti Bapak Saya Sendiri

AKURAT.CO, Di balik keberhasilan Alwi Farhan menjuarai Indonesia Masters 2026, terdapat sosok "tangan dingin" sang pelatih, Indra Wijaya.
Usai memastikan gelar juara di Istora Senayan, Minggu (25/1), Alwi Farhan secara terbuka mengungkapkan betapa besarnya peran eks pebulutangkis nasional tersebut dalam perjalanan kariernya.
Indra Wijaya sebelumnya sempat berseloroh bahwa meski ia tidak pernah juara di Istora saat masih aktif bermain, kemenangan Alwi Farhan kali ini membuatnya merasa ikut menjadi juara.
Baca Juga: Indonesia Masters: Malaysia Sapu Tiga Gelar, Alwi Farhan Selamatkan Wajah Indonesia
Menanggapi hal itu, Alwi dengan haru menyatakan bahwa gelar ini memang ia persembahkan untuk jajaran pelatih tunggal putra di Pelatnas PBSI.
"Koh Indra sudah menjadi bapak saya. Belakangan ini saya lebih banyak bertemu Koh Indra daripada orang tua saya yang ada di Solo," ucap Alwi Farhan usai laga final di Istora Senayan.
"Walaupun tidak ada darah yang menyatu, hati dan pikiran kami selalu menyatu untuk mencapai level yang lebih tinggi."
Saat ditanya mengenai karakter Indra Wijaya di matanya, Alwi menggambarkan sang pelatih sebagai sosok yang sangat lengkap. Ia menilai Indra tahu kapan harus bersikap lembut dan kapan harus bersikap keras demi kemajuan atletnya.
"Koh Indra itu pribadi yang sangat humble, sayang kepada anak-anaknya, dan pengertian. Tapi dia juga cukup keras, bisa saya bilang dia sangat maksimal. Kalau ditanya galak atau tidak, ya oke saja," tambah pemain kelahiran 2005 tersebut.
Baca Juga: Indonesia Masters: Jadi Raja Baru di Istora, Alwi Farhan Berusaha Kontrol Ekspektasi Publik
Selain menyinggung peran Indra Wijaya, Alwi juga mencuri perhatian publik dengan tingkat kepercayaan dirinya yang tinggi di lapangan.
Meski banyak yang membandingkannya dengan legenda seperti Lin Dan, Lee Chong Wei, atau Taufik Hidayat, Alwi menegaskan bahwa ia enggan hidup di bawah bayang-bayang nama besar tersebut.
"Saya menonton Lee Chong Wei, Lin Dan, dan Taufik saat kecil. Tapi saya tidak akan pernah menjadi mereka. Saya hanya akan menjadi Alwi Farhan, pemain muda yang ambisius. Anda akan melihat sosok Alwi Farhan yang otentik," katanya.
Kemampuan public speaking Alwi yang lugas dan tidak kaku juga menjadi sorotan. Alwi mengaku tidak pernah berlatih secara khusus, namun ia banyak belajar dengan melakukan "modeling" atau mencontoh mentalitas atlet-atlet besar dunia seperti Cristiano Ronaldo ataupun Novak Djokovic.
"Kenapa mereka bisa sangat hebat? Karena mereka punya mentalitas yang berbeda dari orang biasa. Saya mencontoh apa yang bagus dari orang-orang besar itu. Seiring berjalannya waktu, kedewasaan saya berkembang karena ditempa oleh keadaan," jelas Alwi.
Dengan modal mental baja dan dukungan penuh dari tim pelatih tunggal putra, Alwi kini menatap peta persaingan yang lebih luas. Ia mengaku sudah mengantongi target-target spesifik yang ingin ia capai di sepanjang musim 2026 ini.
Kemenangan Alwi bukan sekadar prestasi teknis, melainkan bukti keberhasilan regenerasi sektor tunggal putra di Pelatnas PBSI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









