Lin Dan atau Viktor Axelsen, Siapa Pebulutangkis Paling Hebat?
AKURAT.CO, Sama-sama punya dua medali emas olimpiade dan sama-sama bercokol lama di ranking satu dunia, siapakah yang lebih hebat: Lin Dan atau Viktor Axelsen?
Wacana ini disampaikan oleh legenda bulutangkis Malaysia yang juga pernah bertakhta di posisi ranking satu dunia, Rashid Sidek. Pandangan ini disampaikannya sehubungan Viktor Axelsen yang baru saja mengumumkan pensiun kemarin.
Menurut Rashid Sidek, Lin Dan lebih layak disebut sebagai pebulutangkis tunggal putra terhebat. Hanya saja, pemain yang turut membawa Malaysia menjuarai Piala Thomas 1992 itu menilai Viktor Axelsen punya dominasi dalam sebuah era.
“Axelsen adalah pebulutangkis luar biasa dan ada sedikit perbedaan antara dia dan Lin Dan dalam hal performa,” kata Sidek sebagaimana dipetik dari New Strait Times.
“Meski begitu, saya menganggap Lin Dan sebagai pebulutangkis terhebat karena dia adalah seorang atlet yang lengkap dalam hal hasil (pertandingan), fisik, dan kekuatan mental."
Sementara Axelsen, kata Sidek, adalah raja dalam periode 2020-2025. Pada periode itu, Axelsen seperti berada di level berbeda dari seluruh pesaingnya–kecuali dengan Kento Momota asal Jepang untuk beberapa waktu.
“Tidak ada seorang pun yang mendominasi sebuah era seperti Axelsen, yang berada di puncak permainannya selama lima tahun dari 2020-2025, ketika dia nyaris tak terkalahkan,” kata Sidek.
“Dia meraih gelar olimpiadenya di Tokyo 2020 dan Paris 2024 selama periode ini, juga memenangi mayoritas gelar utama World Tour.”
Di sisi lain, Sidek menyoroti keunggulan Lin Dan karena punya rival yang setara di masanya. Di antaranya adalah Lee Chong Wei, Taufik Hidayat, Peter Gade Christensen, dan Chen Long.
“Tanpa perlu diragukan Lin Dan menghadapi para legenda seperti Chong Wei, Taufik, dan Chen Long dan masih tetap memenangi banyak gelar besar dan menempatkan dia sedikit di depan,” ucap Sidek.
Lin Dan tercatat menduduki ranking satu dunia selama 239 pekan dengan 121 pekan di antaranya beruntun. Sementara Axelsen selama 183 pekan dengan 100 pekan di antaranya beruntun.
Adapun Axelsen memutuskan pensiun pada tahun ini setelah cedera punggungnya tak memberinya kesempatan untuk terus beraksi. Padahal, Axelsen berpotensi untuk bisa mempertahankan gelar di Olimpiade Los Angeles 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





