Akurat Logo

Thalita Ramadhani Wiryawan, Fajar Baru Sektor Tunggal Putri Bulutangkis Indonesia

Dian Eko Prasetio | 19 Mei 2026, 19:46 WIB
Thalita Ramadhani Wiryawan, Fajar Baru Sektor Tunggal Putri Bulutangkis Indonesia
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, dalam pertandingan Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark, awal Mei 2026. PBSI

KURAT.CO, Sektor tunggal putri Indonesia tampaknya tidak perlu larut dalam kecemasan mendalam pasca-mundurnya Gregoria Mariska Tunjung dari Pelatnas PBSI Cipayung akibat pemulihan vertigo.

Di tengah situasi yang sempat dinilai krisis pelapis bagi Putri Kusuma Wardani, fajar baru regenerasi tunggal putri Indonesia kini mulai menyingsing seiring kemunculan sang mutiara muda, Thalita Ramadhani Wiryawan.

Pebulutangkis yang baru menginjak usia 18 tahun ini membuktikan kapasitasnya sebagai aset masa depan Merah Putih.

Tampil di babak kualifikasi Malaysia Masters 2026, Thalita Ramadhani Wiryawan sukses menyegel tiket babak utama setelah melakoni duel melelahkan kontra wakil Chinese Taipei, Chen Su Yu.

Sempat kehilangan gim pertama, Thalita Ramadhani Wiryawan memamerkan mentalitas baja untuk membalikkan keadaan dan menang lewat drama rubber game dengan skor akhir 16-21, 22-20, dan 21-14 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (19/5).

"Pertandingannya berjalan lancar meskipun harus melewati tiga gim," kata Thalita dikutip laman resmi BWF.

Sinyal bahwa Thalita akan menjadi tumpuan baru Indonesia sebenarnya sudah meledak saat dirinya tampil tanpa rasa takut di putaran final Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark, awal Mei lalu.

Di ajang beregu paling bergengsi tersebut, pebulutangkis yang kini menduduki peringkat 56 dunia itu sukses menumbangkan nama-nama mapan seperti Wen Yu Zhang dan pemain pilar Korea Selatan, Sim Yu Jin.

Bahkan, kemenangan sensasional Thalita atas Sim Yu Jin menjadi satu-satunya poin berharga yang diraih Indonesia saat skuad srikandi Merah Putih dipaksa menyerah 1-3 oleh Korea Selatan di babak semifinal.

Tren positif itu berlanjut pada pekan lalu di Thailand Terbuka 2026. Merangkak dari kualifikasi, Thalita sukses menumbangkan pemain seagresi Thet Htar Thuzar (Myanmar), sebelum akhirnya memberikan perlawanan luar biasa hingga memaksa mantan ratu bulutangkis dunia asal tuan rumah, Ratchanok Intanon, bermain rubber game di babak 16 besar.

Langkah berani Thalita di atas lapangan selaras dengan ambisi besar yang diusungnya. Tidak tanggung-tanggung, remaja bertalenta ini menargetkan diri untuk bisa menembus peringkat 30 besar dunia tahun ini, merengkuh gelar juara BWF World Tour, dan puncaknya adalah berdiri di podium tertinggi Olimpiade suatu hari nanti.

Saat ditanya mengenai tingkat kepercayaan dirinya saat ini untuk bersaing di level elite, Thalita menjawab dengan tegas bahwa dirinya sangat siap untuk menghadapi pemain-pemain tunggal putri top dunia.

"Sangat tinggi. Saya merasa siap untuk bersaing dengan para pemain top dunia, tetapi saya tahu harus berlatih lebih keras lagi karena masih banyak kekurangan. Saya ingin memastikan setiap sesi latihan yang saya jalani membuahkan hasil," jelasnya.

Bagi Thalita, setiap atmosfer pertandingan di level tertinggi adalah guru terbaik untuk mematangkan performanya. Ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan momentum emas yang sedang digenggamnya saat ini.

"Pengalaman di Horsens (Piala Uber) sangat berharga, terutama di babak semifinal. Saya tidak akan membiarkan pengalaman itu sia-sia. Di Malaysia Masters ini, saya ingin bermain jauh lebih baik daripada penampilan saya minggu lalu di Thailand," katanya mengakhiri.

Indonesia mungkin sering melahirkan talenta muda yang ambisius, namun dalam diri Thalita Ramadhani Wiryawan, harapan nyata untuk melihat tunggal putri Indonesia kembali disegani dunia kini bukan lagi sekadar mimpi.

Bersama rekannya, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang juga sukses menembus babak utama, ini adalah ujian bagi regenerasi tunggal putri Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.