Akurat Logo

Persaingan Internal Ganda Putra Pelatnas PBSI Ketat, Saling Sikut Sehat Demi Jadi yang Terbaik

Dian Eko Prasetio | 13 Agustus 2026, 16:24 WIB
Persaingan Internal Ganda Putra Pelatnas PBSI Ketat, Saling Sikut Sehat Demi Jadi yang Terbaik
Pebulu tangkis Indonesia Nikolaus Joaquin (kanan) dan Raymond Indra (kiri) mengikuti latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Asprilla Dwi Adha

AKURAT.CO , Kompetisi internal di sektor ganda putra Pelatnas PBSI Cipayung kini berada dalam kondisi paling sengit sekaligus amat kondusif.

Sebelum bertarung memperebutkan mahkota juara dengan pasangan ganda putra top dunia, para atlet ganda putra Indonesia sudah lebih dulu saling unjuk gigi dan memacu batas kemampuan dengan rekan satu pelatnas.

Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri, menegaskan bahwa ketatnya aura kompetisi internal di Pelatnas Cipayung bukanlah hal baru. Melainkan bahan bakar utama yang terus memicu peningkatan standar performa mereka.

"Dari sebelumnya juga memang ada rasa persaingan. Sebelum melawan negara luar, kita di Indonesia pun sudah bersaing dengan teman sendiri," kata Fikri saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

"Ya itu jadi motivasi lah untuk saya, untuk semuanya. Karena kita bersaing secara sehat pengen menjadi yang terbaik di antara yang terbaik."

Pencapaian luar biasa Fikri yang baru saja menyabet dua gelar juara turnamen besar secara beruntun di ajang Jepang Terbuka dan Tiongkok Terbuka bersama Fajar Alfian menjadi pemicu gairah baru di Pelatnas.

Fikri bahkan mengeklaim bahwa momen berpasangan dengan Fajar saat ini merupakan puncak performa (top performance) terbaik sepanjang karier profesionalnya.

https://www.akurat.co/badminton/881758/kejuaraan-dunia-raymond-jaoquin-banyak-latihan-pertahanan-persiapan-maksimal

"Kalau saya pribadi iya (sedang di puncak performa). Karena selama karier saya, ini karier terbaik saya bersama Fajar Alfian. Sebelum-sebelumnya saya belum pernah meraih hasil sebaik ini," ungkap pemain berusia 26 tahun tersebut.

Keberhasilan Fajar/Fikri memutus dahaga gelar terbukti secara langsung menyuntikkan suntikan motivasi bagi pasangan-pasangan ganda putra Indonesia lainnya, tak terkecuali bagi pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Daniel menilai keberhasilan rekan senegaranya tersebut justru menciptakan iklim kompetitif yang sangat positif.

Menurutnya, seluruh pasangan ganda putra kini makin terpacu untuk saling menyusul dan bergantian menyumbang gelar bagi Merah Putih.

"Persaingannya cukup bagus. Terus juga kemarin Fajar/Fikri juara, jadi yang lain juga tambah motivasi. Kami juga tambah motivasi untuk bisa sama-sama jadi juara untuk kebanggaan ganda putra Indonesia," terang Daniel.

Sengatan motivasi serupa juga dirasakan oleh pasangan ganda putra muda yang tengah meroket, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Raymond mengungkapkan bahwa persaingan internal di Cipayung membuat tidak ada satu pun pasangan yang mau mengalah dalam setiap porsi latihan.

"Hawa persaingan sudah berasa dari awal kayak-nya. Kita enggak mau kalah pokoknya. Bagus sih menurut saya, jadi teman-teman lain juara, kemarin ada yang juara dua kali kan," kata Raymond.

"Itu jadi memotivasi kita juga biar bisa sama kayak mereka, kalau bisa lebih dari mereka. Jadi kayak ganti-gantian juaranya kan. Itu benar-benar sehat sih buat di ganda putra."

Tingginya intensitas persaingan internal ini bertepatan dengan fokus persiapan tim ganda putra Indonesia menghadapi agenda terpenting, yakni Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang akan berlangsung di India.

Mengingat turnamen tersebut masuk dalam kategori major event, ketelitian dan fokus latihan pun ditingkatkan.

Bagi Fikri, persaingan di Kejuaraan Dunia diprediksi bakal jauh lebih liar.

Selain deretan pemain papan atas dunia, ancaman nyata kerap hadir dari pasangan-pasangan non-unggulan yang berpotensi menjadi batu sandungan.

"World Champ itu persaingannya jadi lebih ketat lagi, dan kita enggak boleh lengah mau lawan siapa pun," kata Fikri.

"Kita enggak hanya melihat pemain-pemain top saja, yang di bawah pemain top juga pasti mereka akan menjadi 'kuda hitam' untuk meraih kemenangan. Dan itu sangat dangerous."

Guna mengantisipasi peta kekuatan lawan yang semakin detail membaca pola permainan ganda putra Indonesia, tim pelatih bersama tim analisis PBSI bergerak cepat menyusun strategi baru.

Pembenahan variasi pukulan serta penyediaan plan B dalam bertanding menjadi porsi wajib.

"Setiap beres main, kita langsung lihat video bersama pelatih dan tim analisis. Jadi kita diskusi, ternyata lebih jelas terlihat kelemahan kita ada di mana. Setelah mengetahui, program latihan pelatih sudah tahu apa yang tepat," tambah Fikri.

Di sisi lain, meski dibebani ekspektasi tinggi dari pengurus PBSI maupun publik bulutangkis Tanah Air untuk membawa pulang gelar juara dunia, para pebulutangkis ganda putra memilih untuk mengelola tekanan tersebut secara bijak.

"Beban pasti ada. Cuma dari kemarin-kemarin kan juga sudah ditarget-target harus ada yang juara, jadi sudah terbiasa. Kalau menang, menang. Kalah, kalah. Udah gitu aja," jelas Fikri.

Senada dengan Fikri, Raymond menegaskan bahwa faktor usia muda tidak menjadi alasan baginya dan Nikolaus untuk tampil ragu-ragu di panggung sebesar Kejuaraan Dunia.

Mereka siap membuktikan kesanggupan sektor ganda putra Indonesia untuk terus mendominasi kancah internasional.

"Kalau dari saya sih bukan karena muda ya. Kalau misalkan bisa sekarang kenapa enggak? Kenapa harus tunggu pas sudah agak berumur? Tapi kalau misalkan dari muda saja bisa, kenapa enggak? Jadi kita juga pengen nunjukin kalau kita itu bisa," kata Raymond.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.