Akurat
Pemprov Sumsel

Emosi di Lintasan, Apakah Max Verstappen Layak Kena Black Flag di F1 GP Spanyol 2025

Eko Krisyanto | 21 Juni 2025, 07:25 WIB
Emosi di Lintasan, Apakah Max Verstappen Layak Kena Black Flag di F1 GP Spanyol 2025

AKURAT.CO Aksi Max Verstappen di Grand Prix Spanyol 2025 kembali menjadi sorotan.

Duel sengitnya dengan George Russel dan manuver berisiko terhadap Charles Leclerc memicu perdebatan, apakah Max Verstappen seharusnya didiskualifikasi dengan black flag?

Sejumlah pengamat F1 ternama, termasuk Johnny Herbert dan Nico Rosberg, menyebut bahwa perilaku Max Verstappen layak diganjar sanksi tertinggi.

Namun, tidak sedikit yang melihat insiden itu dari sisi berbeda. Bahwa meskipun agresif dan emosional, tindakan Verstappen belum cukup untuk membuatnya keluar dari balapan.

Baca Juga: F1 GP Barcelona: Max Verstappen Akui Bersalah Tabrak Russell, Frustrasi karena Salah Ganti Ban

Apa Itu Black Flag dalam Formula 1?

Dalam dunia Formula 1, black flag adalah sinyal diskualifikasi langsung.

Ketika bendera hitam dikibarkan untuk seorang pembalap, artinya ia harus segera keluar dari balapan karena dinilai telah melanggar atura secara serius, baik karena membahayakan pembalap lain, bersikap tidak sportif atau tidak mematuhi instruksi steward.

Namun pemberlakuan black flag sangat jarang terjadi. Biasanya, insiden yang "borderline" hanya diganjar penalti lebih ringan seperti drive-through atau penalti waktu.

Baca Juga: F1 GP Emilia Romagna: Ungguli Duo McLaren, Max Verstappen Juara di Imola

Apa yang Terjadi di GP Spanyol 2025?

Max Verstappen awalnya terlibat adu wheel-to-wheel dengan George Russell. Duel itu sebenarnya masih dalam batas wajar sebagai bagian dari balapan ketat.

Namun yang jadi sorotan adalah manuver lanjutan Verstappen, gerakan tajam yang dinilai sebagai bentuk pelampiasan emosi atau frustasi di tengah tekanan.

Beberapa jam kemudian, Verstappen juga tampak sangat agresif saat menghadapi Charles Leclerc.

Banyak pihak menilai Verstappen membalap "dengan amarah" dan seperti biasa, Verstappen yang marah bisa tampil luar biasa atau justru berbahaya.

Baca Juga: Klasemen F1: Oscar Piastri Unggul 10 Poin di Puncak, Max Verstappen Dipenalti Lima Detik

Max Verstappen di Bawah Bayang-bayang McLaren

Max Verstappen mungkin sedang menjalani musim terberatnya dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah dominasi panjang bersama Red Bull, kini ia menghadapi tantangan serius dari duo McLaren Lando Norris dan Oscar Piastri.

Di tengah performa mobil RB21 yang mulai melemah dan minimnya dukungan dari rekan setim, Verstappen tampaknya mulai tertekan.

Tak heran jika emosinya meledak di Barcelona. Bahkan, Verstappen kini mengantongi 11 poin penalti di Super License-nya.

Satu poin lagi dan ia akan terkena larangan balapan satu seri. Dua poin akan kadaluwarsa akhir Juni, tapi masih ada dua balapan lagi sebelum itu. Dengan kata lain, Verstappen kini berada di ujung tanduk.

Baca Juga: Aston Martin Dikabarkan Rayu Max Verstappen dengan Gaji Rp4,45 Triliun Tiga Tahun

Sikap Dewasa yang Jarang Terlihat di F1

Menariknya, sehari setelah balapan, Verstappen mengakui kesalahannya secara terbuka. Ia menyatakan bahwa reaksinya berlebihan dan tidak semestinya dilakukan.

Pengakuan ini dinilai langka, mengingat banyak pembalap top seperti Schumacher, Hamilton, bahkan Ayrton Senna enggan meminta maaf di depan publik atas aksi agresif mereka.

Apakah Black Flag Layak Diberikan?

Jika dilihat dari kerangka aturan, Verstappen tidak menyebabkan insiden fatal atau merusak balapan pembalap lain.

Russel pun tidak melayangkan protes.

"Itu memang gaya balap Max," ujarnya.

Oleh karena itu, banyak yang menilai penalti ringan seperti drive-through sudah cukup proporsional.

Namun demikian, banyak yang menilai Max Verstappen perlu mengontrol emosinya lebih baik di sisa musim bukan hanya demi dirinya sendiri, tapi juga demi keutuhan tim Red Bull yang kini mulai kehilangan dominasi.

Baca Juga: Keputusan Red Bull Depak Liam Lawson Kabarnya Bikin Max Verstappen Geram

Laporan: Laily Nuriansyah/magang

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK