Terdampak Konflik AS-Israel-Iran, Nasib MotoGP Qatar April Nanti di Ujung Tanduk

AKURAT.CO, Gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai memukul kalender olahraga internasional. Salah satu yang terancam batal adalah penyelenggaraan MotoGP Grand Prix Qatar 2025.
Situasi terhadap MotoGP Qatar ini menyusul situasi panas antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang terjadi sejak pekan lalu.
Sirkuit Internasional Lusail, Doha, Qatar, sedianya dijadwalkan menjadi tuan rumah putaran pembuka WEC 2026 pada 28 Maret sebelum menyambut seri keempat MotoGP pada 12 April mendatang.
Namun, eskalasi konflik di kawasan tersebut memaksa pihak penyelenggara untuk berhitung ulang.
CEO Dorna Sports (promotor MotoGP), Carmelo Ezpeleta, mengakui bahwa keberlangsungan balapan di Qatar kini dalam keraguan besar.
Penutupan ruang udara dan gangguan stabilitas di negara-negara sekitar Iran, termasuk Qatar, menjadi faktor penghambat utama.
“Kami harus menunggu. Saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan balapan di sana. Kami terus berkomunikasi dengan pihak Qatar sejak Minggu dan kami akan segera membuat keputusan,” kata Ezpeleta dikutip Crash, Kamis (5/3).
Qatar menjadi salah satu negara yang terdampak langsung secara logistik. Bandara Internasional Hamad di Doha, yang merupakan hub penerbangan dunia, sempat mengalami penutupan akibat risiko keamanan yang tinggi di jalur udara.
Meskipun situasi sedang kritis, Ezpeleta menegaskan bahwa pihaknya belum berencana mencari sirkuit pengganti di negara lain.
Ia lebih memilih opsi penjadwalan ulang jika kondisi belum memungkinkan pada bulan April nanti.
“Pindah ke tempat lain? Tentu tidak. Kami sangat pandai dalam menyusun jadwal. Kami akan segera tahu dalam waktu dekat dan saat ini masih ada waktu untuk memantau perkembangan di lapangan,” tegasnya.
Kepastian mengenai status GP Qatar diharapkan keluar dalam pekan ini mengingat logistik tim-tim MotoGP harus segera dikirimkan setelah seri sebelumnya berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








