Akurat Logo

Marc Marquez: Kemenangan di Hungaria 'Terlalu Mahal', Saya Menderita Sejak Insiden di Indonesia

Dian Eko Prasetio | 8 Juni 2026, 18:28 WIB
Marc Marquez: Kemenangan di Hungaria 'Terlalu Mahal', Saya Menderita Sejak Insiden di Indonesia
Pembalap Ducati, Marc Marques, selepas bertarung di MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park, Balatonkofajar, Hungaria, Minggu (7/6/2026). X/Ducati Corse

AKURAT.CO, Marc Marquez memang keluar sebagai yang tercepat pada seri kedelapan MotoGP Hungaria 2026 akhir pekan lalu. Namun, sang juara dunia bertahan menyebut kemenangan grand prix pertamanya musim ini terasa "terlalu mahal" lantaran penderitaan fisik dan mental yang ia lalui akibat cedera bahu kanan.

Pembalap utama Ducati Lenovo Team itu sukses menyapu bersih akhir pekan MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, dengan memenangi sesi sprint race dan balapan utama.

Ini merupakan kemenangan perdana The Baby Alien sejak MotoGP Misano tahun lalu. Sekaligus pembuktian perdana setelah Marc Marquez terpaksa naik meja operasi beberapa pekan lalu akibat masalah saraf pasca-kecelakaan parah di MotoGP Indonesia.

Meski sukses mengantongi 37 poin sepanjang akhir pekan, pembalap berusia 33 tahun ini mengakui bahwa proses pemulihan untuk mendapatkan performa terbaik belum sepenuhnya tuntas.

Beruntung, karakter Sirkuit Balaton Park yang dominan berputar ke arah kiri sangat membantu kondisi fisik Marc Marquez.

"Tentu saja, ini adalah sebuah comeback lagi. Namun, proses ini belum selesai hanya karena kami menang. Ini adalah sirkuit dominan kiri, di mana hanya ada tiga tikungan kanan dengan titik pengereman keras. Hal itu sangat membantu saya untuk bernapas," kata Marquez dikutip laman Crash.

https://akurat.co/balap/863228/motogp-hungaria-diwarnai-senggolan-massal-marc-marquez-rebut-gelar-pertama-musim-2026

"Tetapi jujur, saya merasa kemenangan ini 'terlalu mahal', karena sejak insiden di Indonesia saya sangat menderita. Berada di puncak (usai juara dunia 2025) lalu kembali jatuh ke titik ini sangat berat secara fisik, dan jauh lebih berat lagi secara mental."

Kemenangan Marquez diraih lewat pertarungan epik melawan Pedro Acosta (KTM). Menggunakan taktik ban medium, Marquez harus memeras sisa-sisa tenaganya untuk meredam keunggulan ban soft milik sang rival di lap-lap terakhir.

Saking sengitnya, kedua pembalap bahkan sempat terlibat kontak fisik sebanyak tiga kali.

"Saat ini bahu saya rasanya seperti kosong tanpa tenaga. Ketika saya menyalip Acosta, saya menghabiskan energi yang sangat besar di sana. Itu adalah pertarungan yang hebat. Kita tahu Pedro sangat agresif di titik pengereman. Duel kami berada di batas limit, ada dua atau tiga kali senggolan, tapi kami selalu saling memberikan ruang," jelas Marquez.

"Saya rasa bagus duel itu hanya berlangsung intens selama dua lap. Karena jika lebih dari itu, saya atau dia mungkin tidak akan ada yang menyentuh garis finis dengan selamat (terjatuh)."

Tambahan poin penuh dari Hungaria memangkas jarak Marquez menjadi 72 poin dari sang pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi, yang bernasib sial akibat terjatuh di awal balapan.

Kendati demikian, pemilik delapan gelar juara dunia ini enggan sesumbar mengenai peluangnya mempertahankan mahkota juara musim ini.

"Jujur, saat ini saya merasa belum siap untuk ikut memperebutkan gelar juara dunia. Akhir pekan ini kami memang luar biasa, tetapi di Mugello dua pekan lalu kami finis sepuluh detik di belakang pemenang. Jadi, mari kita lihat bagaimana hasil di Brno (Republik Ceko) dan Assen (Belanda) nanti sebelum jeda musim panas," kata Marquez merendah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.