Moto3 Belanda: Tatap Seri Assen, Veda Ega Pratama Andalkan Kepercayaan Diri usai Menggila di Brno
AKURAT.CO, Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sangat termotivasi untuk kembali memburu hasil maksimal pada seri kesepuluh musim ini, Moto3 Grand Prix Belanda 2026, yang bergulir di Sirkuit TT Assen, Assen, Belanda, 26-28 Juni akhir pekan nanti.
Aksi comeback sensasional di Ceko pekan lalu menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat masif bagi pembalap besutan Honda Team Asia tersebut.
Pada balapan di Sirkuit Brno, Republik Ceko, sebelumnya, Veda Ega Pratama sukses mencuri perhatian setelah melakukan lonjakan luar biasa dengan finis di posisi kelima (P5) meski harus mengawali balapan dari urutan ke-20 akibat sanksi penalti.
Tren positif itulah yang kini ingin ia bawa ke trek legendaris Benua Biru akhir pekan ini.
"Setelah Brno saya merasa sangat termotivasi karena balapan kemarin sangat positif. Kami sempat melewati akhir pekan yang sulit pada hari Jumat dan Sabtu, tetapi pada hari Minggu kami berhasil menunjukkan potensi kami yang sebenarnya," kata Veda Ega Pratama dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).
"Bisa start dari P20 dan finis di posisi kelima adalah perasaan yang luar biasa, terutama karena saya bisa ikut bertarung di kelompok depan dan memahami banyak hal penting sepanjang balapan berlangsung."
Kini, tantangan baru sudah menanti Veda dan rekan setimnya, Zen Mitani, di Sirkuit TT Assen. Sebagai pembalap pendatang baru yang belum pernah menjajal aspal Belanda, target realistis selangkah demi selangkah kembali dipatok oleh juara Asia Talent Cup 2023 ini sejak sesi latihan bebas pertama.
"Sekarang kami tiba di Assen, target pertama saya adalah belajar sebanyak mungkin di setiap sesi dan membangun rasa percaya diri selangkah demi selangkah," jelas Veda.
"Sirkuit ini terlihat sangat menarik karena berkarakter cepat dan mengalir (flowing), jadi saya pikir ini akan menjadi tantangan yang bagus. Saya akan terus bekerja keras bersama tim, mencoba berkembang setiap hari, dan bertarung lagi demi hasil yang kuat."
Sirkuit TT Assen sendiri bukanlah trek sembarangan. Lintasan ini memegang status sebagai satu-satunya venue yang paling sering menggelar ajang Grand Prix sejak tahun 1949 silam.
Dijuluki sebagai The Cathedral of Speed (Katedral Kecepatan), Assen dikenal memiliki lintasan yang sempit, perubahan arah motor yang sangat cepat, serta kombinasi tikungan teknikal berkecepatan tinggi.
Karakteristik unik ini menuntut tingkat presisi yang luar biasa, kepercayaan diri tinggi pada motor, serta gaya balap yang halus dari seorang pembalap jika ingin keluar sebagai pemenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 2Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 3Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 4Jadwal Piala Dunia 24-25 Juni 2026 Lengkap dengan Jam Tayang
- 5Jadwal Piala Dunia Hari Ini 23 Juni 2026: Portugal Hingga Kroasia Main, Cek Jam Tayang Lengkap!
- 6AS Putuskan untuk Mengakhiri Otorisasi Operasi 'Tanpa Batasan' untuk Israel di Lebanon
- 7Prediksi Skor Republik Ceko vs Meksiko 25 Juni 2026: El Tricolor Favorit, Mampukah Narodak Ciptakan Kejutan?
- 8Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 9Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar
- 10KPK Bongkar Peran Penting Bos Maktour, Jadi Inisiator Pembagian Kuota Tambahan







