Akurat Logo

Moto3 Belanda: Sempat Crash di Hari Pertama, Veda Ega Pratama Kunci Posisi Start Ke-7

Dian Eko Prasetio | 28 Juni 2026, 11:09 WIB
Moto3 Belanda: Sempat Crash di Hari Pertama, Veda Ega Pratama Kunci Posisi Start Ke-7
Pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, saat beraksi pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda di Sirkuit Assen, Assen, Belanda, Sabtu (27/6/2026). X/Honda Team Asia

AKURAT.CO, Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan daya juang tinggi pada babak kualifikasi seri kesepuluh Moto3 Grand Prix Belanda 2026.

Sempat crash pada hari pertama latihan, rider andalan Honda Team Asia ini bangkit secara heroik untuk mengamankan posisi start ketujuh (P7) Moto3 Belanda di Sirkuit TT Assen, Assen, Belanda, Sabtu (27/6/2026) sore WIB.

Perjuangan Veda Ega Pratama terbilang tidak mudah karena ia harus merangkak terlebih dahulu dari babak Kualifikasi Pertama (Q1) Moto3 Belanda kali ini.

Namun, berkat mentalitasnya yang tak mudah kendur, pembalap rookie asal Gunungkidul ini sukses finis ketiga di sesi Q1 untuk mengunci tiket ke Q2.

Puncaknya di sesi penentuan (Q2), di bawah cuaca Assen yang sangat menyengat dan lembap—mencapai suhu udara 34°C dan suhu lintasan 47°C—Veda Ega Pratama melesat tajam dengan membukukan catatan waktu terbaik satu menit 40,690 detik.

Hasil ini memastikan Veda akan memulai balapan utama hari Minggu (28/6/2026) ini dari baris ketiga.

https://akurat.co/balap/868900/moto3-belanda-veda-ega-pratama-tertahan-di-p23-sesi-latihan-wajib-habis-habisan-di-kualifikasi

Kebangkitan kilat ini disyukuri penuh oleh Veda. Pembalap bernomor motor 9 ini mengakui bahwa evaluasi mendalam bersama tim mekanik setelah insiden crash pada hari Jumat menjadi kunci utama dirinya mampu tampil lepas dan percaya diri.

"Hari ini adalah hari yang sangat baik, jauh lebih baik dibanding kemarin setelah kecelakaan. Kemarin saya sempat mengira ini akan menjadi akhir pekan yang sulit, tetapi hari ini adalah hari yang baru dan kami memulai lagi dari awal," kata Veda dalam keterangan resminya.

"Setelah kecelakaan itu, kami menganalisis semuanya bersama tim, melihat di mana saya bisa berkembang dan di bagian mana motor mengalami kendala. Kami bekerja dengan sangat baik, dan sejak sesi latihan pagi hari (FP2), saya sudah merasa jauh lebih percaya diri dengan motor dan diri saya sendiri."

Meski puas bisa mengamankan posisi start di barisan sepuluh besar, Veda menilai catatan waktunya bisa saja lebih tajam andai ia tidak terjebak momentum rombongan (traffic) di lintasan pada percobaan keduanya menggunakan ban baru.

"Bagaimanapun, start dari baris ketiga adalah hasil yang bagus. Saya akan memberikan kemampuan terbaik saya saat balapan," tegasnya optimis.

Performa impresif pembalap Indonesia ini mengundang decak kagum dari sang Manajer Tim, Hiroshi Aoyama. Pria asal Jepang tersebut memuji tingkat kepercayaan diri Veda yang terus meroket pasca-hasil manis di Brno pekan lalu.

"Veda berhasil finis ketujuh, dan saya rasa dia bahkan bisa meraih hasil yang lebih baik dari itu jika tidak terjebak traffic pada lap tercepatnya. Namun, start dari baris ketiga adalah posisi yang sangat menguntungkan. Yang terpenting, dia menunjukkan kepercayaan diri yang kuat dan level performa yang tinggi," puji Hiroshi Aoyama.

Di sisi lain garasi, rekan setim Veda, Zen Mitani, harus puas mengakhiri kualifikasi di posisi ke-20 setelah finis keenam di sesi Q1 dan gagal menembus Q2.

Menatap balapan utama, Aoyama mengingatkan anak asuhnya untuk waspada penuh. Dengan selisih waktu antar-pembalap yang sangat rapat di Assen, jalannya balapan diprediksi akan berlangsung sangat terbuka dan sengit sejak putaran pertama.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.