Akurat Logo

Kemenhub: Operasional Bandara dan Pelabuhan NTT Kembali Normal Pasca Gempa

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 18 Agustus 2026, 14:44 WIB
Kemenhub: Operasional Bandara dan Pelabuhan NTT Kembali Normal Pasca Gempa
Bandara dan pelabuhan di NTT kembali normal beroperasi

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan mengungkapkan operasional bandara dan pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah kembali normal pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi Sabtu (15/8/2026) pagi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan, pemeriksaan bandar udara dan pelabuhan terus dilakukan oleh Kemenhub.

Sementara itu, konektivitas udara dan laut terus diupayakan untuk mendukung mobilisasi masyarakat, serta untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah terdampak dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Baca Juga: Tak Hanya Kirim Doa, Rossa Siapkan Bantuan Nyata untuk Korban Gempa NTT

“Kemenhub terus menjaga agar akses transportasi di Indonesia, khususnya di kawasan bencana dapat tetap berjalan dengan baik,” kata Dudy dikutip dari laman Kemenhub, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan data Kemenhub, pada sektor transportasi udara, terdapat lima bandar udara yang dilaporkan terdampak gempa pada Sabtu lalu.

Bandar udara tersebut yaitu Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Frans Sales Lega di Ruteng, dan Soa di Bajawa.

Kerusakan yang ditemukan antara lain terjadi pada gedung terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta sejumlah fasilitas pendukung dan sisi udara, dengan tingkat kerusakan yang berbeda pada setiap lokasi.

Meski begitu, seluruh layanan operasional bandara tetap berjalan dan tidak ada penutupan bandar udara

Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga telah menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD), sehingga bandar udara dapat dioptimalkan untuk mendukung operasi kemanusiaan apabila diperlukan.

Pada pelayanan navigasi penerbangan, sejumlah unit di wilayah terdampak juga melakukan penyesuaian untuk memastikan pelayanan tetap berjalan secara aman.

Unit pelayanan di Labuan Bajo, Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng terdampak, sementara pada lokasi yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman dengan dukungan contingency plan.

Di sektor transportasi laut, dampak gempa antara lain terjadi di Pelabuhan Laurentius Say dan Pelabuhan Reo serta kerusakan ringan hingga sedang di Pelabuhan Labuan Bajo, Pelabuhan Marapokot, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu.

Saat ini pelabuhan-pelabuhan di NTT telah melayani operasional kapal dan penumpang dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Pelabuhan secara umum telah beroperasi dengan normal dengan mengutamakan keselamatan. Menyiagakan posko-posko di pelabuhan. Untuk layanan perintis berjalan seperti biasa dan belum ada permintaan deviasi trayek.

Pada sektor transportasi darat, untuk layanan keperintisan angkutan jalan telah siap beroperasi kembali seiring dengan akses jalan yang sudah dapat dilalui setelah sebelumnya terputus akibat longsoran.

“Transportasi memiliki peran penting dalam situasi seperti ini, karena bantuan tidak akan sampai kepada masyarakat tanpa adanya jalur yang aman untuk bergerak,” tutur Dudy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.