Akurat Logo

MotoGP Inggris: Raul Fernandez Sebut Kemenangannya di Silverstone Terinspirasi 'Geber' Motor karena Marah

Dian Eko Prasetio | 11 Agustus 2026, 17:30 WIB
MotoGP Inggris: Raul Fernandez Sebut Kemenangannya di Silverstone Terinspirasi 'Geber' Motor karena Marah
Pembalap SuperFile Trackhouse asal Spanyol, Raul Fernandez, saat merayakan keberhasilannya menjuarai MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Silverstone, Inggris, Minggu (9/8/2026). X/Raul Fernandez

AKURAT.CO, Bintang Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, membeberkan rahasia di balik penampilan dominannya saat memenangi balapan utama MotoGP Grand Prix Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Silverstone, Inggris, Minggu (9/8/2026).

Pembalap asal Spanyol itu mengaku bisa tampil agresif seperti itu di balapan utama MotoGP Inggris berkat rasa marah pada diri sendiri pasca-kegagalan pada sesi sprint race.

Mengawali balapan dari posisi start kedua, Raul Fernandez sempat mengalami nasib sial saat terjatuh pada sesi sprint Sabtu (8/8/2026). Padahal, ia punya berpeluang mengamankan podium.

Rasa kecewa mendalam atas kesalahan tersebut diakuinya menjadi pemicu utama saat melakoni sesi pemanasan (warm-up) pada Minggu pagi.

Akibat diselimuti rasa kesal pada diri sendiri, Raul Fernandez memacu motor Aprilia RS-GP miliknya secara agresif melebihi batas pada sesi warm-up.

Namun, aksi tersebut justru membantunya memahami secara pasti batas maksimal dari daya cengkeram ban belakang kompon medium.

https://www.akurat.co/balap/880719/motogp-inggris-raul-fernandez-mendominasi-aprilia-sapu-bersih-podium-di-silverstone

"Hasil balapan ini lebih baik dari yang kami bayangkan, karena sejak tikungan pertama saya langsung memimpin dan mulai mengelola balapan," kata Raul Fernandez dikutip dari Crash.

"Pagi harinya (saat warm-up), saya cukup marah pada diri sendiri dan memacu motor mungkin terlalu keras. Justru dari situ saya paham bahwa batas maksimal ban belakang adalah saat mencoba mencatatkan waktu satu menit 58,4 detik atau satu menit 58,5 detik."

Pemahaman tersebut membuat Fernandez langsung mengubah strateginya saat balapan utama dengan menjaga ritme waktu lap di kisaran satu menit 59 detik awal.

Strategi matang ini membuatnya tak perlu cemas akan penurunan performa ban di lap-lap akhir.

"Saya belajar di mana batas ban belakang pada pagi harinya. Karena itu, saya sama sekali tidak khawatir dengan performa ban belakang di akhir balapan," lanjutnya.

Dominasi Fernandez dari awal hingga akhir balapan membawanya mengunci kemenangan keduanya di kelas utama MotoGP.

Sekaligus memperpanjang rekor Silverstone yang kini mencatatkan 12 pemenang berbeda secara beruntun.

Pembalap berusia 25 tahun itu menyebut balapan sepanjang 20 putaran di Inggris sebagai ujian mental. Di mana ia tak hanya harus mengelola ban tetapi juga konsumsi bahan bakar sejak lap pertama.

Kemenangan manis di Silverstone terasa kian spesial karena diraih tak lama setelah Fernandez resmi menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun bersama Trackhouse Racing.

"Saya sangat senang karena di beberapa balapan sebelumnya saya sempat frustrasi terkait kepastian masa depan saya. Kini kami mendapatkan kesepakatan yang bagus dengan Trackhouse setelah melalui banyak masalah sejak tiba di tahun 2024," ungkap Fernandez.

"Hal terbaik bagi kami adalah bertahan di sini dan tidak terlalu banyak melakukan perubahan, karena tahun depan hampir semuanya akan baru. Tentu saya sangat senang, tapi saya lebih bahagia lagi bisa meraih kemenangan kedua saya di MotoGP."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.