Laga PSIS Semarang vs PSS Sleman Ricuh, 1.600 Suporter Tandang Lolos ke Stadion Jatidiri

AKURAT.CO, CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya aka Yoyok Sukawi, mengatakan bahwa ia akan melakukan evaluasi terhadap panitia penyelenggara pertandingan PSIS Semarang vs PSS Sleman yang berakhir ricuh.
Terutama soal distribusi tiket di mana jebolnya larangan penonton tandang pada laga PSIS Semarang vs PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/12).
“Kami akan evaluasi menyeluruh,” kata AS Sukawijaya di Semarang, Senin (4/12), sebagaimana dipetik dari Antara.
Baca Juga: PSIS vs Persija: Mahesa Jenar Tutup Paruh Pertama Dengan Bungkam Macan Kemayoran Di Semarang
Kericuhan antar penonton terjadi di Stadion Jatidiri di akhir laga Liga 1 Indonesia 2023-2024 PSS Semarang vs PSS Sleman. Bentrok pecah antara kelompok suporter PSIS yang berada di tribun utara dan pendukung PSS di tribun barat.
Peristiwa tersebut diwarnai dengan suporter saling melemparkan sejumlah benda. Yoyok Sukawi sendiri mengaku terkena lemparan batu ketika berusaha menghampiri tribun untuk menenangkan suporter timnya.
“Kena lemparan batu, tetapi kondisinya sekarang sudah baik,” kata Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSIS Semarang vs PSS Sleman, Agung Buwono.
Agung mengatakan bahwa kericuhan dipicu aksi saling ejek antar suporter. Menurutnya, ada sekitar 1.600 suporter PSS yang pergi ke Stadion Jatidiri untuk menyaksikan pertandingan.
Tindakan ini sebenarnya melanggar larangan PSSI yang meniadakan suporter tandang sehubungan dengan pemulihan sepakbola nasional pasca tragedi Kanjuruhan tahun lalu.
“Tanpa atribut. Karena jumlahnya banyak maka dari segi keamanan ditempatkan di tribun barat,” kata Agung.
Baca Juga: PSS Sleman vs Barito Putera: Hokky Caraka Penentu, Elang Jawa Akhirnya Menang Setelah 10 Laga
Yoyok Sukawi sendiri mengatakan bahwa ia akan mengadakan aplikasi pembelian tiket untuk mencegah penonton tandang. “Pendukung tim tamu atau suporter yang sering berbuat anarkis nanti akan sulit beli tiket,” ucap Yoyok.
Kericuhan di laga PSIS Semarang vs PSS Sleman yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah itu adalah kericuhan yang kesekian kali di sepakbola nasional sejak diberlakukannya larangan suporter tandang.
Pada Juli lalu, suporter bentrok di laga Persik Kediri vs Arema FC di Stadion Brawijaya, Kediri.
Pada 20 November lalu, suporter Gresik United bentrok dengan polisi karena melakukan protes terhadap manajemennya di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Tengah, setelah timnya kalah 1-2 kontra Deltras Sidoarjo.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








