Pukul Wasit, Presiden Ankaragucu Disanksi Larangan Beraktifitas di Sepakbola Seumur Hidup

AKURAT.CO, Federasi Sepakbola Turki (TFF) menjatuhkan hukuman larangan beraktifitas di sepakbola seumur hidup untuk Presiden Ankaragucu, Faruk Koca.
Hukuman ini diterapkan setelah Faruk Koca memukul wasit di Liga Super Turki awal pekan ini.
Sebagaimana dikabarkan BBC, TFF juga menjatuhkan hukuman denda sebesar dua juta Lira atau sekitar Rp1,06 miliar terhadap Ankaragucu. Plus larangan penonton kandang di lima laga.
Baca Juga: Presiden Klub Pukul Wasit Di Liga Super Turki, Tayyip Erdogan Angkat Suara
Sanksi dijatuhkan menyusul insiden Faruk Koca memukul wasit Liga Super Turki antara Ankaragucu dan Rizespor di Stadion Eryaman, Eryaman, Selasa (12/12), Halil Umut Meler.
Faruk Koca memukul Halil Umut Meler setelah laga di kandang Ankaragucu yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut. Meler kemudian terjatuh ke rumput dan ditendang oleh dua orang lainnya.
Peristiwa itu membuat seluruh pertandingan di kompetisi sepakbola Turki dihentikan. TFF baru akan kembali menggulirkan pertandingan pada Selasa (19/12) nanti.
Halil Umut Meler adalah wasit berusia 37 tahun yang masuk dalam jajaran elite wasut UEFA. Ia pernah memimpin pertandingan Liga Champions dan merupakan salah satu wasit internasional FIFA.
Meler mendapatkan perawatan luka di pelipis dan mata kirinya akibat pukulan Faruk Koca. Sang wasit sempat dirawat di rumah sakit sebelum diperbolehkan pulang pada Rabu (13/12).
Insiden pemukulan ini memicu respons sejumlah pihak berpengaruh di Turki dan juga komunitas sepakbola internasional. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam tindakan yang dilakukan Faruk Koca.
Baca Juga: Buntut Pemukulan Wasit di Liga Super Turki, Pengadilan Tangkap Presiden Ankaragucu
Sementara itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa aksi Koca tak bisa diterima. Infantino mengatakan bahwa kekerasan tak boleh diberikan tempat di sepakbola dan masyarakat.
Faruk Koca sendiri menyatakan permintaan maafnya atas tindakan yang dilakukannya terhadap Halil Umut Meler.
Ia mengaku malu besar atas peristiwa tersebut dan berharap bisa menjadi pelajaran untuk mengurangi budaya kekerasan di sepakbola Turki.
“Sebesar apapun ketidakadilan atau kesalahan (kinerja wasit), tak ada alasan atau penjelasan atas kekerasan yang saya lakukan,” kata Koca. “Saya meminta maaf untuk komunitas wasit Turki, publik olahraga dan negara.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









