Barcelona Kalah Lagi, Xavi Hernandez Nyatakan akan Tinggalkan Blaugrana di Akhir Musim

AKURAT.CO, Kekalahan 3-5 menghadapi Villareal di laga ke-21 La Liga Spanyol 2023-2024, Minggu (28/1) atau Senin dini hari WIB, telah membulatkan keputusan Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, untuk mundur dari jabatannya.
Usai laga di Stadion Camp Nou, Barcelona, Katalunya, itu, Xavi Hernandez menyatakan bahwa ia akan meninggalkan kursi kepelatihan Blaugrana di akhir musim ini. Padahal, Xavi masih punya kontrak sampai 2025.
“Saya kira klub butuh perubahan dinamika. Untuk kebaikan para pemain, saya yakin mereka akan membebaskan diri. Kami bermain dengan tensi tinggi,” kata Xavi Hernandez sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Barcelona Tersingkir di Piala Raja, Sergio Aguero Sebut Xavi Hernandez Punya DNA Barca
“Untuk kebaikan dewan direktur (klub), (keputusan) terbaik saya pergi. Saya akan memberikan yang terbaik. Saya kira semua itu akan membantu perubahan dinamika. Ini adalah pesan yang ingin saya sampaikan. Saya kira saya melakukan hal yang benar.”
Xavi ditunjuk menggantikan Ronald Koeman pada November 2021 untuk mengangkat Barcelona yang bisa dikatakan berada dalam kondisi “terburuk”. Ia bertahan sejauh ini karena musim lalu membawa Barcelona menjuarai La Liga.
Namun, musim ini berjalan tidak mulus bagi pelatih yang semasa menjadi pemain merupakan maestro lapangan tengah Barcelona itu.
Kekalahan atas Villareal membuat Barcelona berada di posisi ketiga klasemen dengan jarak sepuluh angka dari Real Madrid di posisi teratas. Juga Barcelona tersingkir dari Piala Raja dan gagal mempertahankan trofi Super Spanyol.
Baca Juga: Athletic Bilbao vs Barcelona: Blaugrana Tersingkir dari Copa del Rey di Menit Perpanjangan Waktu
“Saya adalah orangnya klub. Saya memprioritaskan (klub) di atas diri saya sendiri. Saya telah memberikan semua yang saya punya,” ucap Xavi. “Dan saya akan terus melakukannya untuk membuat para pendukung merasa bangga.”
Sebagai “orangnya” Barcelona, Xavi tahu betul beban yang mendera sebagai pelatih. Eks Pelatih Al Sadd tersebut mengatakan bahwa pekerjaannya sebagai Pelatih Barcelona sudah mencapai titik batas.
“Di Barcelona, Anda selalu merasa tak dihargai, tak diperlakukan baik–begitulah cara klub bekerja,” kata Xavi.
“Dari level kesehatan mental, juga sulit. Saya adalah seorang yang positif, tetapi level baterai (mental saya) terus berkurang–dan pada titik tertentu, Anda menyadari bahwa tak ada alasan untuk bertahan.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









