Italia Kalahkan Ekuador dengan Skema Berbeda, Awal yang Baru Bersama Luciano Spalletti

AKURAT.CO, Kemenangan 2-0 atas Ekuador di laga persahabatan di Stadion Red Bull Arena, New York, Amerika Serikat, Minggu (24/4), bukan kemenangan biasa bagi Italia. Ini adalah era baru dari banyak aspek.
Yang paling mencolok tentu saja dari sisi formasi dan pemain yang diturunkan oleh Luciano Spalletti yang menggantikan Roberto Mancini di posisi pelatih sejak Agustus tahun lalu.
Luciano Spaletti berani memasang pemain yang berbeda sepenuhnya pada laga Ekuador ketimbang dengan formasi pertandingan melawan Venezuela, tiga hari sebelumnya.
Baca Juga: Piala Eropa 2024: Italia Datang sebagai Juara Bertahan yang Sulit, Ini Prediksi Marco Materazzi
Sebagaimana dikabarkan Football Italia, pertandingan melawan Ekuador adalah untuk kali kedua Azzuri bermain dengan skema 3-4-2-1. Sekaligus menandai bahwa Italia mulai meninggalkan skema 4-3-3 yang digunakan Mancini ketika memenangi Piala Eropa 2020.
“Di samping sistem (permainannya), ini adalah awal yang baru,” kata gelandang Timnas Italia, Nicolo Bareella.
“Kami bisa memegang apa yang diminta pelatih pada kami, kami meningkat, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kami menciptakan satu grup dengan para pemain yang ingin memberikan semuanya. Tanpa itu, bakal sia-sia.”
Adapun Nicolo Barella menyumbang satu gol dalam kemenangan atas Ekuador. Ia mencetak gol di menit ke-90+4 menyempurnakan gol cepat Italia yang disumbangkan oleh Lorenzo Pellegrini di menit ketiga.
Barella mengatakan bahwa setelah gol cepat Pellegrini, timnya sempat kesulitan terutama di babak kedua. Namun, justru kesulitan itu yang mendorongnya untuk bisa mencetak gol meski telat di pengujung pertandingan.
“Barangkali kami agak kesulitan di babak kedua, mengingat kualitas kami, tetapi itu membantu kami dan saya untuk mendapatkan kembali energi untuk fase akhir dan bergembira mencetak gol,” ucap Barella.
Italia masih punya dua agenda laga persahabatan lagi sebelum turun di Piala Eropa 2024 pada 15 Juni mendatang. Yakni menghadapi Turki pada 4 Juni dan Bosnia-Herzegovina pada 10 Juni.
Di Piala Eropa Italia tergabung di grup B yang boleh dikatakan sebagai “grup neraka”. Mereka bersaing dengan finalis dan juara Piala Dunia seperti Spanyol dan Kroasia serta Albania.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









