Jurnalis Korea Selatan Imbau Pelatih Tidak Remehkan Timnas Indonesia: Mereka Membuat Doha seperti Mini Jakarta

AKURAT.CO Reporter Korea Selatan dari Xport News, Kim Hwan, menghimbau negaranya untuk tidak meremehkan Tim Nasional (Timnas) Indonesia jelang laga keduanya di perempat final Piala Asia U-23 2024 pada Kamis (25/4/2024) nanti malam.
Hal tersebut dikarenakan dukungan oleh lebih dari 5.000 suporter Indonesia di Doha, Qatar, yang menurutnya merubah stadium menjadi mini Jakarta.
"Pada hari-hari pertandingan Indonesia dilangsungkan, ribuan supoter berkumpul di stadion dan memanaskan stadion dengan sorak-sorak antusian. Doha, Qatar, seketika berubah menjadi mini Jakarta," tulisnya.
Baca Juga: Berubah Pikiran, Xavi Hernandez Pilih Bertahan di Barcelona Sampai 2025
Kim Hwan menuliskan bahwa Pelatih Korea Selatan, Hawang Seon-hong untuk mengatasi hal tersebut demi melaju ke semifinal.
Pada pertandingan terakhir penyisihan grup, Korea Selatan berhasil mengantongi kemenenangan atas negara tetangganya Jepang dengan skor akhir 0-1.
Kemenangan tersebut membuat Korea Selatan di puncak klasemen dan bertemu Indonesia di perempat final Piala Asia U-23 2024 atau kualifikasi final Asia Olimpiade Paris 2024.
Baca Juga: Erick Thohir dan Shin Tae-yong Sudah Jabat Tangan, PSSI akan Detailkan Kontrak dan Target Baru
Meski keberuntungan berada di pihak Korea Selatan karena dapat terhindar dari tim tuan rumah, Qatar, Kim Hwan menilai Indonesia sebagai lawan yang tangguh.
"Beruntung mereka (Korea Selatan) terhindari dari Qatar yang merupakan tuan rumah dan disebut-sebut akan diuntungkan di turnamen ini, namun Indoneisa juga menjadi lawan yang tangguh," lanjutnya.
Dia lalu menceritakan perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 2024.
Baca Juga: Paham Kekuatan Korea Selatan, Shin Tae-yong Siapkan Taktik Ciamik Timnas Indonesia U-23
Di laga pertama melawan Qatar, tulisnya, Indonesia mengalami kesulitan seperti dua pemain kuncinya yang dikeluarkan dari lapangan karena keputusan yang tidak masuk akal.
Baca Juga: Shin Tae-yong Ambisi Bawa Timnas Indonesia U-23 Patahkan Rekor Pertahanan Korea Selatan
Namun, di laga kedua, Indonesia berhasil mengalahkan Australia yang difavoritkan dan mencetak empat gol ke gawang Yordania yang tampil sebagai tim yang sedang naik daun.
"Suasana tim juga yang terbaik, Indonesia yang menunjukkan potensinya dengan melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2023 sedang berada di puncak kejayaannya di turnamen ini dengan melaju ke babak perempat final," ungkapnya.
Menurut Kim Hwan, senjata Timnas Indonesia yang paling mengancam adalah kekuatan organisasi yang didasarkan pada kolaborasi jangka panjang antara Timna Senior Dan Timnas U-23.
Baca Juga: Bung Towel Ungkap Erick Thohir Selalu Manjakan Shin Tae-yong: Disuapin Terus!
Meskipun kemampuan teknis masing-masing buruk, tulisnya, Indonesia adalah tim yang mengatasi kekurangan tersebut melalui kerja sama tim.
Indonesia berhasil mengguncang Australia yang difavoritkan menjadi juara dengan serangan balik cepat, dan pada laga melawan Yordania menujukkan pola permainan yang dijanjikan melalui serangan balik dengan mencetak tiga gol dalam situasi open play.
Selain memikirkan taktik menyerang, Kim Hwan menghimbau Pelatih Hwang Seon-hong untuk mengkhawatirkan suasana di Stadion Abdullah bin Khalifa, di Doha, Qatar.
Baca Juga: Rizky Ridho Sebut Semua Pemain Timnas Indonesia U-23 Senang Nathan Tjoe-A-On Kembali Gabung
"Ada banyak hal yang perlu dikhawatirkan oleh Hwan Seon-hong. Suasana di stadion ibarat 'mini Jakarta' setiap digelarnya pertandingan Indonesia," tulisnya.
Penduduk Indonesia merupakan mayoritas penduduk Qatar, dengan sekitar 90% penduduknya adalah pekerja dari luar negeri.
Suasana suporter Indonesia sangat antuasias dengan sepak bola dan meski Piala Asia U-23 ini merupakan kompetisi yang kurang diminati dibandingkan kompetisi lainnya, banyak penonton yang mengunjungi stadion setiap kali dimainkan.
Baca Juga: Remaja Tewas di Hotel Kawasan Senopati, Diduga Dicekoki Narkoba
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









