Atletico Madrid Diterpa Penutupan Sebagian Tribun Dalam Dua Pertandingan setelah Kasus Pelecehan Rasial

AKURAT.CO Atletico Madrid diperintahkan menutup sebagian tribun selatan mereka selama dua pertandingan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Perintah penutupan tribun diterima Atletico Madrid usai pemain Athletic Bilbao, Nico Williams mengalami pelecehan rasis pada pertandingan LaLiga hari Sabtu pekan lalu.
Tidak hanya itu, Atletico Madrid juga didenda sebesar 20.000 euro dengan waktu 10 hari untuk mengajukan banding.
Baca Juga: Maarten Paes Resmi Jadi WNI Padahal Seratus Persen Keturunan Eropa, Bisakah Bela Timnas Indonesia?
Wasit Juan Martinez Munuera menghentikan pertandingan pada menit ke-36 sebagai bagian dari protokol LaLiga melawan rasisme.
Setelah dirinya mendengar pelecehan rasis ditujukan kepada pemain internasional Spanyol berusia 21 tahun, yang lahir di Pamplona dari orang tua asal Ghana.
RFEF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa area tertutup di tribun penonton harus menampilkan pesan yang jelas mengecam tindakan kekerasan, rasis, xenofobia dan intoleransi dalam sepak bola dan mendukung fair play.
Beberapa menit setelah tindakab rasis yang diterimanya, Williams berhasil mencetak gol dan berlari di depan tribun selatan sambil menepuk lengannya mengacu pada warna kulitnya.
Baca Juga: 25 Ucapan Menyambut Hari Buruh, Singkat Penuh Makna dan Cocok Dijadikan Caption Medsos
Usai pertandingan yang dimenangkan Atletico Madrid dengan skor 3-1, Williams mengatakan begitu banyak orang 'bodoh' di mana-mana namun tidak terjadi apa-apa.
Kami, kata Williams, harus terus berjuang sehingga hal ini berubah sedikit demi sedikit.
Insiden tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian episode yang memicu perdebatan seputar rasisme di sepak bola Spanyol.
Baca Juga: Sebutkan dan Jelaskan Prinsip-prinsip Umum Masyarakat Beradab dan Sejahtera!
Terdapat 16 insiden pelecehan rasis terhadap pemain sayap Real Madrid asal Brasil Vinicius Jr yang dilaporkan ke jaksa Spanyol oleh LaLiga dalam dua musim terakhir.
Seperti pada awal bulan ini, stasiun TV Spanyol Movistar Plus+ memecat analis German Burgos setelah Barcelona dan Paris St Germain menolak memberikan wawancara kepada jaringan tersebut menyusul komentar yang ditafsirkan sebagai rasis terhadap punggawa Barcelona, Lamine Yamal.
Baca Juga: Sejarah Hari Buruh 1 Mei Atau May Day, Perjuangan Para Pekerja Menuntut Hak-haknya
Pada bulan April, Getafe juga diperintahkan untuk menutup sebagian tribun pusat mereka selama tiga pertandingan menyusul pelecehan rasis dan xenofobia yang dialami oleh manajer Sevilla, Quique Sanchez Flores dan pemain Marcos Acuna dalam pertandingan LaLiga.
Pada hari yang sama, pertandingan divisi tiga Spanyol antara Rayo Majadahonda dan Sestao River ditangguhkan.
Setelah kiper Rayo asal Senegal, Cheikh Kane Sarr, mengkonfrontasi seorang penggemar lawan yang menurutnya melakukan pelecehan rasial terhadapnya.
Baca Juga: Apa yang Menyebabkan Iran Menjadi Negara Syiah di Dunia?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









