Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Itu Diaspora? Sering Digunakan untuk Beberapa Punggawa Timnas Sepak Bola Indonesia

Sulthony Hasanuddin | 3 Mei 2024, 11:20 WIB
Apa Itu Diaspora? Sering Digunakan untuk Beberapa Punggawa Timnas Sepak Bola Indonesia

AKURAT.CO Pecinta sepak bola Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata Diaspora sebab kerap disandangkan untuk beberapa punggawa di Skuad Garuda.

Pemain Diaspora di Timnas Indonesia yang belakangan ini mencuri perhatian seperti Elkan Baggot yang diharapkan dapat membela Skuad Garuda di laga Play-Off Olimpiade 2024 melawan Guinea.

Kerap disangka sama, ternyata Diaspora berbeda dengan Naturalisasi.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Takluk dari Irak, Shin Tae-yong Tolak Lempar Handuk Bawa Lolos Garuda ke Olimpiade

Naturalisasi sendiri bukanlah suatu hal baru bagi sepak bola, terkhusus di Indonesia.

Timnas Indonesia sudah memiliki pemain naturalisasi andalan sejak AFF 2010 seperti Cristian Gonzales, Victor Igbonefo dan beberapa pemain lainnya.

Punggawa naturalisasi baru di Timnas Indonesia yakni Jordi Amat, Sandy Walsh, Ivaer Jenner dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Heboh Momen Nathan Tjoe-A-On Berhasil Menjaga Pertahanan di Pertandingan Indonesia Vs Irak, Netizen: Tulang Punggung Timnas!

Lantas apa itu Diaspora? apa perbedaannya dengan Naturalisasi?

Pengertian Diaspora

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Diaspora memiliki pengertian masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tersebut tidak memiliki negara, misalnya bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri.

Di bidang olahraga, Diaspora diartikan sebagai orang yang meninggalkan tanah kelahirannya menuju negara lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: Gagal Kalahkan Irak dan Rebut Peringkat Tiga, Shin Tae-yong Tegaskan Timnas Indonesia U-23 Layak Dapat Pujian

Tujuan tertentu yang dimaksud bisa dalam hal karier, ekonomi, pendidikan atau lainnya.

Namun, meski sudah meninggalkan tempat kelahirannya, seseorang tidak akan melupakan dari mana dia berasal.

Jika berpedoman dengan penjelasan di atas, maka pemain seperti Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Marselino Ferdinand merupakan pemain diaspora Indonesia di luar negeri.

Baca Juga: Statistik Irak vs Indonesia: Meski Kuasai Bola, Garuda Muda Main Kurang 'Having Fun'

Elkan Baggot juga dapat dikategorikan sebagai pemain Diasporan karena dirinya menjadi WNI dengan cara memilih, ketika usianya masih masuk dalam masa kewarganegaraan ganda terbatas.

Naturalisasi

Sementara itu, Naturalisasi secara umum dapat diartikan sebagai akuisisi kewarganegaraan dan kebangsaan oleh individu atau orang yang bukan warga negara atau kebangsaan negara tersebut ketika dilahirkan.

Jika melihat penjelasan tersebut, terdapat dua jenis kelompok dalam melakukan naturalisasi.

Baca Juga: Siapa Itu Guinea? Bagaimana Bisa Mereka ke Play-Off Olimpiade Paris Lawan Indonesia?

Sederet pemain seperti Jordi Amat, Sandy Walshm Ivar Jenner, Shayne Pattynama dan Rafael Struick merupakan pemain yang menjadi WNI dengan proses naturalisasi sebab masih memiliki darah keturunan Indonesia.

Darah keturunan yang dimiliki mereka juga dapat dibuktikan dengan dokumen.

Sementara untuk kelompok kedua, adalah pemain naturalisasi murni yang tidak memilki darah keturunan Indonesia namun sudah menetap lebih dari lima tahun di Tanah Air, mereka seperti Cristian Gonzales, Mark Klok, dan Victor Igbonefo.

Baca Juga: Irak vs Indonesia: Antiklimaks Lagi, Garuda Muda Kalah 1-2 'Kena Comeback' Singa Babilonia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.