Terungkap! Alasan Kylian Mbappe Tinggalkan PSG Usai Resmi Umumkan Bergabung dengan Los Blancos

AKURAT.CO Kylian Mbappe mengumumkan kepindahannya ke Real Madrid dengan mengungkapkan perasaan 'senang yang luar biasa' dan 'mimpi yang menjadi kenyataan' pada Selasa kemarin menjelang pertandingan persahabatan Prancis melawan Luksemburg.
Kylian Mbappe resmi bergabung di Santiago Bernabeu dengan status bebas transfer pada 1 Juli setelah kontraknya dengan Paris St Germain (PSG) berakhir.
"Akhirnya resmi, saya akan menjadi pemain Real Madrid selama lima tahun ke depan. Ini adalah kesempatan yang luar biasa, mimpi yang menjadi kenyataan, banyak emosi," kata Kylian Mbappe di kamp pelatihan Prancis, dikutip Rabu (5/6/2024).
Baca Juga: Tok! DPR RI Sahkan UU KIA, Ibu Melahirkan Bisa Dapat Cuti 6 Bulan dan Jaminan Upah Tidak Dipotong
Mbappe akan dibayar dengan gaji tahunan antara 15-20 juta Euro per tahun atau sekitar Rp265,3 miliar-Rp353,7 miliar dengan kenaikan tahunan. Dia juga akan menerima bonus 125 juta Euro atau sekitar Rp2,2 triliun, termasuk 80 persen hak citranya.
"Saya sangat bahagia, sangat bahagia (dan) lega, sangat bangga bisa bergabung dengan klub yang saya impikan," ungkapnya.
Kepindahan Mbappe ke Real Madrid sebenarnya sudah bukan hal yang mengejutkan, sebab musim terakhir sang pemain di PSB dimulai dan berakhir di tengah ketegangan.
Tujuh tahun Mbappe di PSG sendiri dinilai berakhir dengan sedikit sulit.
Baca Juga: Bolehkah Kurban dengan Cara Patungan? Ini Jawaban Menurut Islam
Seperti penyerang Timnas Prancis itu yang bahkan dikeluarkan dari tur pramusim klub ke Jepang pada bulan Juli setelah tidak mengambil opsi perpanjangan kontrak satu tahun.
Pengeluaran Mbappe dari dari skuad karena PSG bersikeras dia tidak bisa pergi secara gratis dan akan dijual.
Mbappe lalu memberi tahu presiden klub Nasser Al-Khelaifi pada bulan Februari bahwa dia akan pergi pada akhir musim.
Namun ketika sang pemain menyatakan secara resmi bahwa dia tidak akan menandatangani kesepakatan lagi dengan PSG, dia melakukannya melalui video yang diposting di media sosial X dan bukan melalui departemen komunikasi klub.
Tidak ada upacara yang disiapkan oleh klub untuk pertandingan kandang terakhir Mbappe melawan Toulouse, di mana dia diejek oleh beberapa penggemar.
Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia Vs Irak PSSI Tinjau Rumput Stadion GBK, Erick Thohir: Oke!
Pemain itu kemudian mengungkapkan masa sulitnya bersama klub dengan mengatakan beberapa orang membuatnya tidak bahagia.
“Saya bukannya tidak senang di PSG, itu sama saja dengan meludahi sup,” katanya. “(Tetapi) beberapa hal dan beberapa orang membuat saya tidak bahagia.”
Meski tidak menyebutkan nama, hubungan pemarin berusia 25 tahun itu dengan Al-Khelaifi dikabarkan semakin tegang ketika dia tidak akan menandatangani perpanjangan kontrak, meski PSG menawarinya kesepakatan paling menguntungkan dalam sejarah klub ketika Mbappe menandatangani kontrak baru pada 2022.
“Mereka (PSG) membuat saya mengerti bahwa saya tidak akan bermain, mereka mengatakan kepada saya secara langsung, mereka mengatakan kepada saya dengan kekerasan,” ungkap Mbappe.
“Luis Enrique dan Luis Campos menyelamatkan saya. Saya tidak akan menginjakkan kaki di lapangan lagi tanpa mereka.”
Baca Juga: Hasto Dilaporkan ke Polda, Gerindra Yakin Bukan Bentuk Kriminalisasi
Meskipun dia mencetak 44 gol dalam 48 pertandingan dan memenangkan gelar ganda Liga Prancis dan Piala Prancis, Mbappe mengalami kesulitan selama musim terakhirnya di Prancis.
Dia sebagian besar tidak efektif dalam kekalahan semifinal Liga Champions dari Borussia Dortmund, gagal mencetak gol di kedua leg dan berjalan dengan susah payah di luar lapangan setelah PSG tersingkir.
“Seseorang yang bahagia memiliki lebih banyak peluang untuk bermain bagus tetapi tidak ada alasan untuk beberapa penampilan saya,” tuturnya.
“Itu tidak setinggi standar saya biasanya. Namun hanya bermain, memenangkan trofi adalah kebanggaan terbesar saya. Namun musim depan saya tidak akan puas dengan musim seperti itu.”
Mbappé meninggalkan PSG sebagai pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa dengan 256 gol dan akan menjadi kapten Prancis di Euro 2024.
Baca Juga: Jokowi Tak Setuju Kaesang Maju di Pilkada Jakarta, Pakar: Belajar dari Kasus Gibran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









