PSSI Bakal Gelar Liga 4 untuk Tim Amatir dan Liga Putri Mulai 2026

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya membuat terobosan baru dengan membuat Liga 4 kompetisi sepakbola Indonesia. Liga 4 ini adalah kompetisi tim amatir di bawah Departemen Pendidikan Nasional (Diknas).
Hal ini diutarakan oleh Erick Thohir dalam Kongres Biasa Tahunan PSSI yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (10/6).
“Ya, memang ada tiga terobosan yang kita mau dorong. Satu, bagaimana Liga 4 ini bisa bergulir,” ucap Erick Thohir.
Baca Juga: Timnas Indonesia Ditaklukkan Irak, Erick Thohir Minta Shin Tae-yong Evaluasi
Tak hanya menggelar Liga 4, Erick juga mengatakan PSSI berupaya menggelar Liga Putri. Untuk Liga Putri, Erick berharap bisa digelar pada 2026.
“Lalu yang kedua, kita juga mendorong selambat-lambatnya adanya Liga Putri. Itu untuk tahun 2026. Itu yang poin nomor dua,” jelas Erick.
Selain itu ada poin PSSI juga berupaya menggelar kompetisi tingkat amatir di bawah Diknas.
“Poin nomor tiga tadi, disampaikan terobosan bagaimana bisa terus mempererat hubungan Pemerintah dan untuk sepakbola melalui ASPROV, klub, ataupun PSSI dengan mendorong kompetisi untuk pelajar di bawah Diknas. Dan dispora bagaimana Liga Amatir pun bisa dilakukan,” kata pria yang juga menjabat Menteri BUMN ini.
Baca Juga: PSSI Belum Juga Laksanakan Liga Wanita, Ini Penjelasan Erick Thohir
“Dan tentu pendanaan ini tidak buat klub. Buat kompetisi. Ini yang terpenting. Buat kompetisi. Jadi bukan buat klub. Itu yang kita akan dorong."
Saat disinggung mengenai waktu dan teknis Liga 4, Erick mengatakan masih akan menyerahkan ke PT Liga Indonesia Baru selaku operator.
“Sama, Nanti biar liganya duduk. Sama-sama kita terus mendorong. Kasih waktu 1-2 minggu ini,” kata Erick.
“Ya kembali, nanti selambat-selambatnya seperti apa, tergantung persiapan apakah musim kompetisi tahun ini apapun tahun depan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









