Badan Sepak Bola AS Mulai Investigasi Tragedi Perkelahian antara Kolombia dan Uruguay di Semifinal Copa America

AKURAT.CO Badan Sepak Bola Amerika Serikat (CONMEBOL) telah membuka penyelidikan setelah pemain Uruguay bentrok dengan penggemar Kolombia di akhir pertandingan semifinal Copa America pada Kamis kemarin.
Setelah Kolombia memastikan kemenangan 1-0 di Charlotte, Carolina Utara, video di media sosial menunjukkan pemain-pemain Uruguay memanjat ke tribun dan beradu pukulan dengan penggemar lawan.
Bentrokan memuncak setelah Kolombia memastikan kemenangan 1-0 di Charlotte, Carolina Utara lewat sundulan Jefferson Lerma di babak pertama.
Pemain Uruguay Darwin Nunez dan Ronald Araujo termasuk di antara pemain yang berada di garis depan keributan.
Kapten Jose Maria Gimenez mengatakan para pemain berusaha membela keluarga mereka.
Menurutnya hal tersebut adalah kesalahan dua atau tiga orang yang minum terlalu banyak minuman dan tidak tahu cara minum yang mengakibatkan bahaya bagu orang lain.
Pemain dan staf dari Kolombia dan Uruguay juga terlibat dalam konfrontasi di lapangan setelah peluit akhir dibunyikan.
"CONMEBOL telah membuka penyelidikan untuk memahami rangkaian kejadian dan tanggung jawab mereka yang terlibat dalam tindakan kekerasan yang terjadi di akhir pertandingan," kata CONMEBOL dalam sebuah pernyataan dikutip Jumat (12/7/2024).
"Kami ingin menegaskan kembali dan memperingatkan bahwa tidak ada tindakan yang akan ditoleransi yang menodai perayaan sepak bola global ini," tambahnya.
Baca Juga: Piala Amerika: Luis Suarez sebut Keselamatan Keluarga Pemain Picu Bentrok dengan Suporter Kolombia
Dalam konferensi pers setelah pertandingan. pelatih Uruguay, Macelo Bielsa awalnya berpikir para pemain ingin mengucapkan terima kasih kepada para penggemar.
Namun setelahnya hal itu berubah menjadi insiden yang berakhir dengan pertengkaran di lapangan tengah.
Baca Juga: Piala Amerika: Kalahkan Brasil Lewat Adu Penalti, Uruguay Tantang Kolombia di Semifinal
"Tidak dapat diterima jika insiden seperti ini mengubah emosi menjadi kekerasan. Oleh karena itu, tidak ada perilaku yang merugikan kompetisi olahraga yang akan ditoleransi," tandas CONMEBOL.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







