Akurat
Pemprov Sumsel

PSSI Bantah Anggaran Kementerian Keuangan Digunakan untuk Carter Pesawat Timnas Indonesia

Endarti | 6 Agustus 2024, 13:12 WIB
PSSI Bantah Anggaran Kementerian Keuangan Digunakan untuk Carter Pesawat Timnas Indonesia
 

AKURAT.CO, PSSI melalui wakil ketua umumnya, Zainudin Amali, angkat suara mengenai penggunaan anggaran Rp127 miliar yang dijelaskan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Sri Mulyani memang menjabarkan bahwa pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp127 miliar melalui akun Instagram pribadinya.

Namun dari gelontoran dana yang dikucurkan sempat beredar kabar yang kurang enak didengar terkait penggunaannya oleh PSSI.

Baca Juga: Riset Football Institute: Komdis PSSI terlalu Banyak Mendenda, Sidang Diharapkan Terbuka

Di mana disebutkan bahwa dana Rp127 miliar itu digunakan Timnas Indonesia untuk menyewa pesawat pribadi.

“Memang beredar kabar bahwa kita dapat bantuan pemerintah. Tentu Ketum PSSI (Erick Thohir), saya, dan seluruh pengurus menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah,” jelas Zainudin Amali dalam keterangan resminya, Selasa (6/8).

“Tapi sebenarnya itu tidak cukup, hanya sebagian. Kira-kira kalau bisa dihitung kebutuhan kita di federasi itu bisa empat kali lipat (dari yang sudah diberikan Pemerintah)."

Zainudin Amali menegaskan bahwa penggunaan uang sewa pesawat tersebut berasal dari perolehan komersil PSSI.

 “Yang benar 120 m (dari yang beredar 127 m). Anggaran itu untuk kebutuhan pelatnas, pembinaan, dan sebagainya. Itu tidak ada untuk penyewaan pesawat non-komersial ya," kata Zainudin Amali.

Baca Juga: Jelang Liga 1 Musim Baru yang Gunakan VAR, PSSI Gelar Kursus Kesiapan Wasit

"Di samping bantuan dari Pemerintah, kami juga dapat dukungan berbagai pihak dari sponsor, komersial yang didapatkan dari PSSI."

Sebelumnya Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, dalam saluran YouTube pribadinya di program podcast Bebas mengatakan bahwa memang untuk dua laga tandang tersebut PSSI men-carter pesawat.

Timnas Indonesia sendiri memang memiliki dua partai tandang pada Oktober mendatang dengan bertandang ke Bahrain dan China.

“Kalau kita hitung kita dari Bahrain langsung ke China, kalau pakai komersial 30 jam total. Itu transit dan sebagainya ya," ucap Arya Sinulingga.

“Capek ini pemain sementara jarak waktu cuma lim Azhari. Terpaksa kami carter."

Zainudin Amali menegaskan bahwa penggunaan uang sewa pesawat merupakan dana non-APBN.

“Pembiayaan itu kami peroleh dari perolehan-perolehan komersial," ungkap Amali.

"Sehingga taruhlah misalnya kita harus terpaksa menggunakan pesawat carter itu, maka itu kita danai dengan dana-dana non-APBN.

“Jadi APBN itu sudah ada peruntukannya. Pasti itu ada akan dicoret oleh Kementerian Keuangan dari seleksi awalnya di Kemenpora. Saya pastikan itu tidak benar."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H