Soal Isu Paspor Ganda Pemain Naturalisasi, Arya Sinulingga Sebut Timnas Indonesia 'Digembosi'

AKURAT.CO, PSSI melalui anggota Komite Eksekutif (Exco), Arya Sinulingga, angkat suara mengenai kabar para pemain diaspora Timnas Indonesia masih memiliki paspor ganda.
Kabar mengenai paspor ganda para pemain diaspora belakangan menyeruak di jagad media sosial. Di mana para pemain diaspora yang sudah dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) masih memegang paspor negara sebelumnya.
Arya Sinulingga mengaku bingung mengapa masih ada kabar soal paspor ganda di tengah Timnas Indonesia yang sedang berjuang dengan baik.
Baca Juga: Apa Itu Diaspora? Sering Digunakan untuk Beberapa Punggawa Timnas Sepak Bola Indonesia
“Kita ini bingung ya, ketika Timnas kita berjuang hasilnya baik, membawa nama Merah Putih semuanya bersatu, rakyatnya mendukung, bisa dilihat tuh antusiasme rakyat juga besar gitu ya,” ucap Arya Sinulingga di Jakarta melalui keterangan resminya, Kamis (12/9/24).
Arya menilai isu ini menunjukkan bahwa seakan-akan ada orang yang ingin menggembosi Timnas Indonesia dengan kabar yang tidak benar.
“Karena Timnas kita, Merah Putih kita bisa berkibar, rasa kebangsaan kita juga besar, eh ada aja orang yang berusaha menggembosi ya begitu," kata Arya Sinulingga.
"Dan dengan isu-isu yang jelas kadang-kadang enggak jelas juga gitu ya. Kok bisa yang begitu masih terjadi."
Arya menegaskan bahwa para pemain diaspora ini saat masuk maupun keluar dari Indonesia menggunakan paspor Indonesia.
Apalagi para pemain diaspora ini adalah anak-anak yang memiliki darah keturunan Indonesia dari orang tuanya atau kakek-neneknya.
Baca Juga: Erick Thohir Sudah Salaman, PSSI Proses Naturalisasi Mees Hilgers dan Eliano Reijnders
“Yang pasti pemain diaspora itu mereka punya darah Indonesia. Bahkan ada bapak atau ibunya itu orang Indonesia orang Maluku, Manado, asli kok bisa mempertanyakan kebangsaan mereka?” kata Arya Sinulingga.
“Mereka sudah kita urus sesuai dengan hukum kita. Mereka mendapat kewarganegaraan kemudian mereka juga kita bawa ke FIFA untuk pindah federasi dari negara asalnya menjadi federasi ya Indonesia.
“Ada yang nanya-nanya tentang paspornya, yang pasti ketika masuk ke Indonesia dia pakai paspornya Indonesia ketika keluar dari Indonesia dia juga paspornya indonesia."
Arya meminta untuk menyudahi membuat isu yang tidak benar terkait Timnas Indonesia. Juga soal pembinaan usia dini.
“Sudahlah enggak usah buat isu berisi yang enggak bener kalau dibilang bahwa masalah pembinaan usia dini, hey lihat Timnas U-16 bertanding," katanya.
“Lalu U-19 juara AFF artinya regenerasinya bagus. Timnas U-23 kita turun sampai ke semifinal, sampai ke Paris untuk play-off Olimpiade. Artinya tahapan dari muda ke senior ini berjalan.
“Jadi tolong kita bangga dengan Timnas kita bangga dengan Merah Putih jangan cari-cari alasan dan mengaburkan segala sesuatu yang sudah baik untuk bangsa kita."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







