Akurat
Pemprov Sumsel

Paspor Ganda Pemain Diaspora Timnas Indonesia, Penggembosan atau Fakta?

Endarti | 13 September 2024, 20:18 WIB
Paspor Ganda Pemain Diaspora Timnas Indonesia, Penggembosan atau Fakta?

 

AKURAT.CO, Kabar mengenai dobel paspor pemain diaspora belakangan mewarnai lini masa dunia maya. Muncul isu pemain diaspora yang membela Timnas Indonesia masih memegang paspor dari negara asalnya.

Kabar mengenai dua paspor ini menyeruak ke permukaan setelah mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Polandia, Peter Gontha, menuliskan kerisauannya atas banyaknya pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.

Setidaknya terdapat 13 pemain diaspora yang membela Timnas Indonesia dalam setahun terakhir. 

Baca Juga: Soal Isu Paspor Ganda Pemain Naturalisasi, Arya Sinulingga Sebut Timnas Indonesia 'Digembosi'

Mereka adalah Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, Jay Idzes, dan Thom Haye.

Kemudian Calvin Verdonk, Maarten Paes, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, dan Jordi Amat.

Hadirnya para pemain diaspora ini memberikan warna tersendiri bagi penampilan Timnas Indonesia. Setidaknya, saat ini skuad Garuda berhasil menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Bahkan dalam dua laga pertama Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, penampilan Timnas Indonesia sangat mengesankan. 

Bagaimana tidak?

Dari dua laga itu Timnas Indonesia berhasil menahan imbang negara langganan Piala Dunia, Arab Saudi dan Australia. Indonesia menahan seri 1-1 Arab Saudi dan 0-0 melawan Australia.

Tak ayal, dua laga ini pun membuat senang para pecinta Timnas Indonesia. Namun di balik euforia prestasi Timnas Indonesia ini ada keresahan yang dirasakan oleh Peter Gontha. 

Peter Gontha melayangkan keresahan ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Baca Juga: Profil Peter Gontha, Eks Dubes RI untuk Polandia yang Kritik Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

“Saya sungguh galau, saya akan posting status yang akan membuat follower saya marah, tapi tidak apa saya ambil risiko ini, karena saya mau menjaga martabat bangsa saya," tulisnya.

Setidaknya terdapat delapan poin keresahan yang dia rasakan dalam situasi saat ini. Peter menulis:

1.Apakah Anda cinta PSSI? (saya cinta)

2. Apakah Anda cinta bangsa? (saya cinta)

3. Apakah Anda tidak malu melihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? (Saya malu)

4. Apakah kita bangsa besar? (Saya rasa demikian)

5. Apakah Anda tahu bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor, nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka? (Saya tahu)

6. Apakah mereka mau membuang tunjangan sosial mereka di negaranya begitu saja? (Saya rasa tidak)

7. Apakah menurut Anda tidak lebih baik membina pemain kita dari muda (SD s/d dewasa)? (Saya rasa demikian)

8. Apakah tidak lebih baik kalah dengan terhormat daripada menang atau seri dengan cara yang merendahkan martabat bangsa? (Saya malu)

Yang menjadi perhatian adalah poin kelima yang dilayangkan oleh Peter Gontha mengenai para pemain diaspora yang masih memegang paspor negara asalnya.

Apalagi seperti diketahui Indonesia tidak menganut asas kewarganegaraan ganda. Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 9 menyatakan bahwa seseorang yang sudah memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.

Baca Juga: Apa Itu Diaspora? Sering Digunakan untuk Beberapa Punggawa Timnas Sepak Bola Indonesia

PSSI sejatinya sudah memberikan tanggapan melalui anggota Exco-nya, Arya Sinulingga.

Namun memang Arya tak membantah secara tegas informasi soal paspor ganda alih-alih cenderung hanya untuk merespons kicauan orang seperti Peter Gontha.

“Kita ini bingung ya ketika Timnas kita berjuang hasilnya baik, membawa nama Merah Putih semuanya bersatu," ucap Arya Sinulingga dalam keterangan resminya, Kamis (12/9/24).

"Rakyatnya mendukung, bisa dilihat tuh antusiasme rakyat juga besar gitu ya." 

Arya menilai munculnya isu ini mengesankan seakan ada orang yang ingin menggembosi Timnas Indonesia dengan informasi yang tidak benar.

“Karena Timnas kita, Merah Putih kita bisa berkibar. Rasa kebangsaan kita juga besar, eh ada aja orang yang berusaha menggembosi ya, begitu," jelas Arya Sinulingga.

"Dan dengan isu-isu yang jelas kadang-kadang enggak jelas juga gitu ya. Kok bisa yang begitu masih terjadi?"

Arya menegaskan bahwa para pemain diaspora ini saat masuk maupun keluar dari Indonesia menggunakan Paspor Indonesia. 

“Yang pasti pemain diaspora itu mereka punya darah Indonesia. Bahkan ada bapak atau ibunya itu orang Indonesia orang Maluku, Manado asli, kok bisa mempertanyakan kebangsaan mereka?" kata Arya.

“Mereka sudah kita urus sesuai dengan hukum kita, mereka mendapat kewarganegaraan kemudian mereka juga kita bawa ke FIFA pindah federasi dari negara asalnya menjadi federasi ya Indonesia.

“Ada yang nanya-nanya tentang paspornya, yang pasti ketika masuk ke Indonesia dia pakai paspornya Indonesia, ketika keluar dari Indonesia dia juga paspornya indonesia."

Permasalahan paspor ganda ini pun ternyata dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI dengan Menhumkam dan Menpora RI, Kamis (12/9/2024).

Dirjen AHU Kemenhumkam, Cahyo Rahadian, menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan ada pemain naturalisasi yang kembali ke negara asalnya.

“Menurut catatan kami, dalam kurun waktu 2010-2024, ada 36 atlet yang sudah dinaturalisasi atas persetujuan DPR," jelasnya.

"Dari semua ini tentu pada saat permohonan menjadi WNI, maka, karena kita menganut asas kewarganegaraan tunggal, maka mereka harus melepaskan kewarganegaraan mereka sebelumnya.

"Nah, setelah mereka menjadi WNI, kalau catatan kami hingga saat ini, belum ada yang kemudian kembali lagi."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H