Serie A Dipenuhi Penalti Kontroversi, Penggunaan VAR di Italia Dianggap Berlebihan

AKURAT.CO, Asisten Video Wasit (VAR) menjadi pokok pembicaraan di sejumlah pertandingan Liga Serie A Italia 2024-2025, akhir pekan lalu. Sejumlah keputusan VAR dianggap kontroversial.
Di antaranya adalah setidaknya ada tiga penalti yang diberikan wasit melalui VAR pada laga Fiorentina versus AC Milan di Firenze, Minggu (6/10).
Dalam pertandingan yang dimenangi oleh Fiorentina dengan skor 2-1 itu, AC Milan sebenarnya mendapatkan dua penalti yang gagal menjadi gol.
Pun demikian, Pelatih AC Milan, Paulo Fonseca, memilih untuk tak menganggap bahwa VAR semata menguntungkan timnya. Fonseca menyebut VAR membuat laga seperti “sirkus”.
“Semuanya penalti sekarang, menguntungkan atau merugikan kami,” kata Paulo Fonseca sebagaimana dipetik dari Football Italia.
“Bukan sepakbola namanya ketika Anda memberikan penalti untuk sentuhan kecil. Saya tidak ingin ikut-ikutan (soal ini).”
Beberapa jam sebelumnya, AS Roma memprotes potensi penalti dalam laga imbang melawan Monza. Direktur Roma, Florent Ghisofi, bahkan meminta timnya dihormati dan menyebut keputusan wasit tak bisa diterima.
Pada laga lain, dua gol dalam skor 1-1 laga Juventus vs Cagliari diperoleh melalui penalti yang diawali pemeriksaan VAR.
Baca Juga: Piala Eropa: Dua Gol Romelu Lukaku 'Dirampok' VAR, Belgia Takluk dari Slovakia
Pelatih Cagliari, Davide Nicola, mempertanyakan penalti untuk Juventus karena menganggap gerakan pemainnya yang berujung hukuman sebenarnya refleks wajar.
Sementara itu, statistik cenderung menunjukkan bahwa VAR digunakan secara berlebihan di Serie A.
Analis Opta, Enrico Turcato, melaporkan bahwa ada 32 penalti yang diberikan di 70 laga pembuka Serie A musim ini. Jika dirata-rata, Serie A memberikan 0,46 penalti per laga.
Jumlah itu merupakan yang tertinggi di lima liga-liga top Eropa. La Liga memberikan 28 penalti di 90 pertandingan sementara Liga Primer Inggris hanya 12 penalti dalam 70 pertandingan.
Serie A sendiri sudah menyelesaikan matchday ketujuh dan Napoli untuk sementara duduk di posisi puncak klasemen dengan 16 angka.
Skuad asuhan Antonio Conte itu unggul dua angka dari Inter Milan di posisi kedua dan tiga angka dari Juventus, Lazio, dan Udinese yang berturut-turut berada di peringkat ketiga sampai kelima.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








