Lupakan Piala Asia, Pelatih Jepang Waspadai 8 Pemain Naturalisasi Baru Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Jepang, Hajime Moriyasu, menegaskan bahwa skuad Timnas Indonesia saat ini memiliki kekuatan yang berbeda dibandingkan saat mereka bertemu di Piala Asia 2023 pada Januari lalu.
Dalam laga yang digelar di Doha, Qatar, 24 Januari 2024, tersebut Jepang memang berhasil menang dengan skor 3-1.
Pada laga tersebut Timnas Indonesia diperkuat tujuh pemain keturunan. Yakni Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Elkan Baggott, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Sandy Walsh.
Baca Juga: Pelatih Jepang: Timnas Indonesia Punya Suporter yang Bergairah, Kami Harus Siap Mental
Kini Timnas Jepang akan kembali bersua Timnas Indonesia di laga kelima grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Laga ini bakal berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat (15/11) mulai pukul 19.00 WIB.
Namun untuk laga besok Timnas Indonesia diperkuat delapan wajah pemain keturunan baru. Mereka adalah Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Maarten Paes, Eliano Reijnders, Thom Haye, Ragnar Pratmangoen, dan Nathan Tjoe-A-On.
Baca Juga: Hajime Moriyasu: Indonesia Mungkin Bermain Defensif, Jadi Kami Harus Sangat Agresif
"Sekarang Timnas Indonesia itu sangat berbeda dari sebelumnya karena punya banyak pemain naturalisasi," ucap Hajime Moriyasu dalam sesi konferensi pers jelang laga di Stadion GBK, Kamis (14/11).
"Pemain utama besok juga kebanyakan akan pemain naturalisasi."
Hajime menambahkan bahwa Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia sudah memetakan karakter pemain yang akan dia turunkan.
"Besok Coach Shin Tae-yong akan memakai pemain yang punya karakter masing-masing, dan kami sudah siap dan menganalisis seluruh pemain Timnas Indonesia dengan karakter mereka," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







