Wataru Endo: Arne Slot Ketat di Lini Serang, Hajime Moriyasu Lebih Terbuka Mirip Juergen Klopp

AKURAT.CO, Muncul ke konferensi pers menjelang laga Tim Nasional Jepang versus Indonesia, Wataru Endo bisa diprediksi mendapat pertanyaan soal Liverpool.
Dalam konferensi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (14/11), itu, Wataru Endo bicara soal perbedaan berlatih di Liverpool bersama Arne Slot dan Hajime Moriyasu bersama Jepang.
Gelandang bertahan Liverpool dan Timnas Jepang itu mengatakan bahwa perbedaan antara Arne Slot dan Hajime Moriyasu paling kentara di pilihan soal lini serang.
Baca Juga: Bukan Pilihan Utama di Liverpool, Wataru Endo Tetap Optimistis Pimpin Jepang Lawan Timnas Indonesia
"Untuk perbedaan kedua pelatih, terkait pertahanan mungkin perbedaannya tidak begitu banyak. Lalu di lini serang, Coach Slot di Liverpool, dia minta lebih strict soal posisi pemain di lini serang," kata Wataru Endo.
"Tapi kalau Coach Moriyasu posisinya lebih fleksibel, sesuai pertandingannya. Kadang ada tiga pemain di lini serang, kadang ada empat pemain di lini serang, yang mana gaya ini mirip dengan Coach (Juergen) Klopp."
Selain itu, Wataru Endo mengatakan bahwa peluang mencetak gol bersama Liverpool lebih terbuka. Sebaliknya, di Samurai Biru lebih ketat termasuk di laga melawan Timnas Indonesia di Stadion GBK, Jumat (15/11) malam nanti.
"Di Liverpool pelatihnya sangat baik, kami bisa mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol dan bisa," kata Endo.
Baca Juga: Hadapi Timnas Indonesia di GBK, Pelatih Jepang Pasang Target Juara Grup
"Di pertandingan besok akan sangat susah, tetapi sebagai Timnas Jepang kami sudah siap. Sekarang Timnas Indonesia sangat kuat, tetapi kami juga percaya diri dan berjuang dengan semangat."
Endo juga bicara soal Jepang yang kebobolan melawan Australia di matchday keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Oktober silam yang berakhir dengan skor 1-1.
Menurutnya Jepang kebobolan karena taktik satu lawan satu yang membuat bek timya, Taniguchi Sogo, kewalahan dan berbuah gol untuk Arab Saudi.
"Kami bertahan dengan taktik satu lawan satu. Kami bertahan dengan agresif, itu jadi kelebihan tapi ternyata jadi kekurangan juga bagi pertahanan Jepang.
"Waktu itu para pemain bebannya sangat banyak, jadi saya rasa kita harus mengurangi beban pemain bertahan. Kalau saya di posisi dia (Taniguchi), saya juga pasti bingung.
"Jadi ini adalah masalah di mana kami harus mengambil risiko. Dan kalau menerapkan taktik satu lawan satu lagi, saya harus membantu pemain bertahan itu."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








