AKURAT.CO, Patrick Kluivert telah resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia. Ia mendapat kontrak selama dua tahun dan opsi perpanjangan kontrak dua tahun.
Patrick Kluivert sudah diperkenalkan ke publik pada Minggu (12/1) kemarin. Meski begitu, masih banyak pihak yang menyangsikan kemampuan pelatih asal Belanda ini dalam membesut skuad Garuda.
Terutama karena rekam jejak pelatih 48 tahun ini dinilai kurang mentereng dalam hal meramu taktik dan strategi.
Baca Juga: Patrick Kluivert akan Berupaya Rebut Hati Suporter dengan Mempersembahkan Banyak Kemenangan
Patrick Kluivert hanya memiliki dua kali pengalaman menjadi pelatih kepala, yakni di Timnas Curaçao dan klub asal Turki, Demispor.
Bahkan, sebelum menerima pinangan PSSI untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia, Kluivert menganggur selama 1,5 tahun.
Patrick Kluivert sendiri memang dikenal sebagai striker tajam saat masih aktif sebagai pemain. Ia bahkan tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Timnas Belanda.
Kluivert mencetak 149 gol dari 79 penampilan bersama skuat Oranye.
Baca Juga: Tekanan Besar Menanti di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert: Saya Suka dengan Tekanan!
Perbandingan ini sempat dipertanyakan di mana ia memiliki rekor apik saat menjadi pemain namun kurang baik saat menjadi pelatih. Kluivert menilai perbandingan ini sangat tidak adil.
“Menurut saya tidak adil, karena saya sudah melakukan beberapa hal yang bagus dalam sepakbola. Saya sudah menjadi pelatih kepala selama beberapa tahun, meskipun terputus-putus,” ucap Patrick Kluivert saat menjadi bintang tamu podcast bersama Najwa Shihab.
“Tapi ya, orang selalu memberikan pandangan. Tapi Anda tahu, sekali lagi, itu adalah pemikiran yang negatif," katanya.
Patrick Kluivert ingin membayar semua keraguan terhadap dirinya dengan prestasi bersama Timnas Indonesia.
“Saya siap melakukan hal-hal yang baik bersama tim yang potensial ini. Saya tidak memperhatikan apa yang dipikirkan orang. Saya perlu menunjukkan kepada mereka hal yang berbeda," kata Kluivert.
“Filosofi permainan saya ada lebih ke ofensif dengan sepakbola yang terorganisir dan cenderung dalam penguasaan bola. Jadi itulah yang ingin saya coba lakukan dengan tim dan pemain yang fantastis ini."