Akurat
Pemprov Sumsel

Persikabo Degradasi ke Liga 3, Budiardjo Thalib Merasa Jadi Tumbal 'Janji Manis' Manajemen Klub

Endarti | 10 Februari 2025, 22:10 WIB
Persikabo Degradasi ke Liga 3, Budiardjo Thalib Merasa Jadi Tumbal 'Janji Manis' Manajemen Klub
 

AKURAT.CO, Pelatih Persikabo 1973, Budiardjo Thalib, menganggap bahwa ia menjadi korban tumbal "janji-janji manis" klubnya sehingga mau menerima pinangan menjadi pelatih.

Nyatanya, kata Budiarjo Thalib, semua janji tidak ada yang terealisasi sehingga akhirnya Persikabo 1973 terdegradasi ke Liga 3 musim depan.

Persikabo 1973 memang telah resmi terdegradasi kancah Liga 2 Indonesia 2024-2025. Kepastian ini diperoleh setelah tim berjuluk Laskar Padjajaran ini takluk 0-3 atas Adhiyaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (10/2) sore tadi.

Baca Juga: Persikabo 1973, Nusantara United, dan Persikota Tangerang Dipastikan Degradasi ke Liga 3

Kekalahan ini membuat Persikabo 1973 menjadi juru kunci grup I dengan raihan satu poin. Dengan menyisakan satu laga lagi melawan FC Bekasi, Persikabo 1973 sudah tak bisa terselamatkan lagi.

“Saya datang ke Persikabo 1973 dijanjikan yang bagus-bagus. Saya tidak faham kalau nantinya akan seperti ini,” ucap Budiardjo Thalib selepas laga.

Dengan menjadi pelatih yang membuat Persikabo 1973 terdegradasi ke Liga 3 musim depan, Budiharjo Thalib menganggap hal itu mencoreng catatan kariernya sebagai pelatih.

Padahal, sebelumnya dia memiliki catatan manis dengan membawa Persik Kediri menjuarai Liga 2 2019 dan berhak promosi ke Liga 1.

“Saya datang ke sini setelah bukan hanya Persik yang bisa lolos, tapi ada tujuh tim yang akhirnya bisa (saya bawa) promosi atau juara," kata Budiharjo.

"Saya datang ke sini dijanjikan yang bagus, tapi nyatanya manajemen juga enggak ada di ruang ganti selama dua pertandingan. Saya sudah pulang Mas, saat ditelepon."

Baca Juga: Resmi, Djajang Nurdjaman Tinggalkan Kursi Pelatih Persikabo 1973

Pelatih asal Makassar ini mengaku mendapat pembicaraan yang menyenangkan dari manajemen Persikabo 1973 saat ditawarkan posisi pelatih.

Namun, saat Persikabo 1973 semakin terpuruk, tidak ada perwakilan manajemen yang hadir memberikan support langsung di stadion.

"Di awal, pembicaraan itu manis. Tapi makin ke sini saya lihat ada kejanggalan. Saya juga akhirnya jadi tumbal oleh manajemen,” tegas Budiharjo.

“Tapi saya secara pribadi, saya mohon maaf. Saya orang Makassar asli, mohon maaf saya menyebutkan suku, saya tidak pernah melakukan apa yang bukan menjadi tanggung jawab saya.”

“Ini adalah tanggung jawab saya, saya selesaikan dengan terhormat karena saya merasa masih punya tanggung jawab kepada Persikabo 1973."

Dengan situasi ini, Budiharjo bertekad menyelesaikan pekerjaannya sampai akhir di Persikabo. Ia merasa bertanggungjawab dengan suporter.

"Saya mau membuktikan kepada suporter dan masyarakat Bogor yang ada di luar sana kalau saya bertanggung jawab. Saya ingin berbuat lebih baik namun nyatanya (dukungan) dari atas tidak ada,” kata mantan Pelatih Persela Lamongan itu.

“Saya juga manusia biasa, saya juga punya tanggung jawab terhadap Persikabo. Pemain kami juga sudah berusaha, tapi tidak bisa berbuat apa-apa."

 

                                                                                                                            

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H