AKURAT.CO, PSSI melalui Direktur PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI), Marsal Masita, mengakui masih menemui penonton tak bertiket di laga Timnas Indonesia melawan Bahrain.
"Pasti tetap ada, jumlahnya aja yang maintanance, kita juga enggak bisa mengendalikan oknum-oknum yang menggandakan tiket, akan tetap ada. Hanya jumlah yang kita radiuskan," ucap Marsal Masita di Jakarta, Jumat (11/4).
Laga Timnas Indonesia melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 lalu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, memang disaksikan hampir 70 ribu pasang mata.
Hasil yang berakhir dengan kemenangan Timnas Indonesia 1-0 itu membuat suporter berpesta.
Marsal mengaku kehadiran paltform GarudaID sangat membantu pihaknya menekan angka-angka pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok suporter.
Seperti halnya pelaku yang mengambil jersey Marselino Ferdinand yang sempat viral bisa terlacak melalui GarudaID.
Selain itu keluhan adanya oknum suporter yang merokok di area tribun penonton juga identitasnya sudah diketahui.
"Lalu lewat GarudaID, juga ada yang ketemu kan, ada yang ngelempar jersey training, dan kita ketemu. Kita juga bisa nemuin yang ngerokok di stadion, udah ketemu," kata Marsal.
"Tapi saya serahkan kembali ke Bang Arya (Sinulingga) karena beliau adalah ketua Komite Suporter (PSSI), silakan.
"Namun yang pasti apa yang dilakukan suporter di stadion ter-tracking karena ada GarudaID."
Perihal Sanksi yang akan diberikan kepada para pelanggar tersebut, Marsal mengatakan bahwa kewenangan itu semua ada di PSSI.
"Kita mau pertandingan berjalan semakin kondusif, apabila ada kegiatan-kegiatan (penonton) yang tidak berkenan di stadion," kata Marsal.
"Dan itu keputusan PSSI apakah id-nya di-suspend tiga bulan atau enam bulan, demi kenyamanan dan keamanan khalayak banyak yang sudah beli (tiket)."
Terdekat, Timnas Indonesia akan menghadapi China dalam laga lanjutan Grup C Ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Duel ini berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 5 Juni mendatang.