Lima Fakta Unik Pemandu Bakat Timnas Indonesia Simon Tahamata, Salah Satunya Fasih Bahasa

AKURAT.CO, Federasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui laman Instagram resminya telah mengumumkan Simon Tahamata sebagai head of scouting atau kepala pemandu bakat baru bagi tim kepelatihan Timnas Indonesia pada Kamis, 22 Mei 2025.
Penunjukan Simon Tahamata sebagai kepala pemandu bakat Timnas Indonesia bukanlah keputusan sembarangan yang dilakukan oleh PSSI.
Pengalaman bermain di level tertinggi Eropa hingga kepeduliannya terhadap sepakbola usia dini membuat Simon Tahamata membawa harapan baru untuk regenerasi sepakbola Tanah Air.
Baca Juga: Resmi, PSSI Kontrak Simon Tahamata sebagai Kepala Pemandu Bakat Sepakbola Nasional
Lantas, apa saja fakta menarik Simon Tahamata dalam dunia sepakbola? Berikut ini ulasan selengkapnya;
1. Pemain Keturunan Maluku
Pemilik nama asli Simon Melkianus Tahamata ini lahir di Vught, Belanda, pada 26 Mei 1956. Pria berpostur 164 sentimeter itu mempunyai keturunan darah Maluku dari kedua orang tuanya.
Diketahui, ayah Simon, Lambert Tahamata, adalah seorang prajurit Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) alias tentara kerajaan Hindia Belanda. Sedangkan ibunya bernama Octovina Leatemia.
“Saya lahir di kamp barak Vught. Ketika berusia lima tahun, kami pindah ke sebuah rumah di Tiel, Diderik Vijghstraat,” kata Simon dalam wawancara dengan media asal Belanda, AD, pada 2017 lalu.
2. Eks Pemain Profesional di Belanda dan Belgia
Simon Tahamata mengawali karier profesionalnya sejak usia dini bersama Ajax Amsterdam dan dikenal sebagai pemain sayap lincah. Ia juga membela klub-klub ternama seperti Standard Liege (Belgia), Feyenoord, hingga Beerschot.
Namanya cukup bersinar di Eropa, terutama karena gaya mainnya yang eksplosif meski memiliki tinggi hanya 164 sentimeter. Ia juga sempat memperkuat Timnas Belanda dengan total 22 caps dan dua gol.
3. Pelatih Berpengalaman di Eropa
Setelah gantung sepatu pada 1996, Simon melanjutkan karier sebagai pelatih usia muda. Ia memiliki lisensi UEFA dan pernah melatih akademi Ajax serta beberapa klub usia muda di Belgia, Belanda, hingga Arab Saudi.
Baca Juga: Jan Olde Riekerink: Saya Kenal Simon Tahamata, Dia Bagus dengan Pemain Muda di Ajax
Pengalamannya dalam mengembangkan talenta muda menjadi modal berharga untuk Timnas Indonesia.
4. Peduli Pengembangan Sepakbola Usia Dini
Simon bukan hanya pelatih, tetapi juga pegiat pendidikan sepakbola anak-anak. Kepeduliannya terhadap generasi muda sepakbola terbukti dengan ia mendirikan Tahamata Soccer Academy di Belgia.
Akademi ini bertujuan melatih anak-anak dari usia dini dengan filosofi teknik dan disiplin Eropa. Hal ini kemudian menarik perhatian dari PSSI yang memiliki dengan visi untuk membangun fondasi kuat bagi sepakbola Indonesia sejak usia muda.
5. Fasih Berbahasa Indonesia
Meski lama tinggal di Eropa, Simon dikenal fasih berbahasa Indonesia. Hal ini dibuktikan saat sesi wawancara yang dilakukan Simon Tahamata pada Senin 2 Juni lalu di depan awak media.
Simon begitu fasih berbahasa Indonesia dengan sedikit logat Maluku. Hal ini menjadi nilai tambah saat berkomunikasi dengan pemain-pemain muda Indonesia, terutama dalam program pencarian bakat yang menjadi fokusnya.
Dengan pengalaman panjang berkarier di Eropa sebagai pemain maupun pelatih, serta kepeduliannya terhadap pembinaan usia dini, diharapkan kehadiran Simon Tahamata sebagai kepala pemandu bakat Timnas Indonesia Membuka harapan masa depan sepakbola Indonesia.
Simon tak sekadar datang membawa nama besar, tetapi juga misi pembinaan jangka panjang yang bisa menjadi fondasi bagi regenerasi Timnas Indonesia.
Artikel ini dilaporkan oleh Bayu Aji Pamungkas, peserta magang Akurat.co.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









