Akurat
Pemprov Sumsel

Tertantang, Budi Sudarsono Nekat Terima Latih Sriwijaya FC di Tengah Krisis Ekonomi

Endarti | 12 November 2025, 21:12 WIB
Tertantang, Budi Sudarsono Nekat Terima Latih Sriwijaya FC di Tengah Krisis Ekonomi
 

AKURAT.CO, Legenda Timnas Indonesia, Budi Sudarsono, mengambil langkah berani dengan menerima pinangan untuk menjadi pelatih Sriwijaya FC.

Budi Sudarsono mengambil pekerjaan ini ketika tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut sedang diterpa badai masalah krisis ekonomi.

Bahkan mereka terseok-seok di papan bawah wilayah Barat Championship League 2025-2026.

Tak hanya itu, juga dikabarkan bahwa para pemain mengalami penunggakan gaji dari manajemen tim Sriwijaya FC.

Baca Juga: Garudayaksa Menggila Bantai Sriwijaya FC 7-2, Target Promosi ke Liga 1 Semakin Dekat

Budi Sudarsono tidak tutup mata dengan permasalahan tersebut ketika tawaran datang untuk menjadi pelatih Sriwijaya FC.

"Mengapa berani ambil kerjaan di Sriwijaya? Saya istilahnya orang yang suka tantangan," ucap Budi Sudarsono di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (11/11).

"Jadi kalau dulu sebagai pemain saya suka tantangan saya banyak bermain di banyak klub dan saya bisa besar dan saya harus jadi bintang dalam setiap klub dan ini tantangan saya ketika jadi pelatih."

Budi merupakan pelatih baru di Sriwijaya FC yang diperkenalkan pada 26 Oktober 2025.

Pria berusia 46 tahun itu sudah menjalani empat pertandingan bersama Sriwijaya FC dengan hasil tiga kalah dari FC Bekasi City, Adhyaksa Banten FC, dan Garudayaksa FC.

Baca Juga: Debut Gemilang! Garudayaksa FC Tumbangkan Sriwijaya FC 2-0 di Jakabaring

Sisanya, Budi Sudarsono membawa Sriwijaya FC imbang saat melawan Sumsel United dalam Derbi Palembang.

Budi pun mengaku bersyukur apa pun kerjaan yang diberikan oleh Tuhan. Dia mengaku mencintai Sriwijaya FC dan berupaya menyelamatkan tim ini dari jurang degradasi.

"Apa pun yang dikasih Tuhan itu adalah yang terbaik dan saya cinta Sriwijaya. Saya mau Sriwijaya naik posisinya dan minimal tidak degradasi," tegas Budi.

Pelatih asal Kediri ini juga memiliki alasan kuat lainnya. Yakni baginya Sriwijaya adalah tim besar yang harus dia selematkan dari jurang keterpurukan ini.

"Sebab tim ini tim besar, saya dulu saat masih pemain, ke sana bingung mau selebrasi seperti apa setiap match," kata Budi.

"Sekarang situasinya seperti ini maka kita harus tetap benahi dan tetap kerja keras dan suporter selalu mendukung kita itu yang menjadi alasan saya."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H