Akurat
Pemprov Sumsel

Ribuan Siswi Panaskan Stadion Gajayana, Malang Jadi Poros Baru Pembinaan Sepak Bola Putri

Leo Farhan | 16 November 2025, 21:33 WIB
Ribuan Siswi Panaskan Stadion Gajayana, Malang Jadi Poros Baru Pembinaan Sepak Bola Putri
 
AKURAT.CO Sorak-sorai penonton mengiringi aksi saling serang dari para siswi yang tampil penuh determinasi pada laga final KU 10 dan KU 12 gelaran MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025-2026 di Stadion Gajayana, Minggu (16/11/2025).
 
Di kategori KU 10, MI Al Ihsan tampil dominan dan memastikan gelar juara setelah menundukkan SDN Sawojajar 5 dengan skor 4–0. Sementara di KU 12, SDN Mojorejo 01 keluar sebagai kampiun usai menang tipis 1–0 atas SDN 3 Pandanlandung.
 
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, yang turut hadir menyaksikan partai puncak tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya minat siswi untuk menekuni sepak bola. Ajang ini bahkan tercatat diikuti 1.918 pelajar dari 120 SD dan MI, terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 111 tim KU 12.
 
 
Dia menilai antusiasme ini menegaskan bahwa sepak bola juga digemari kalangan putri di Malang.
 
Kehadiran MilkLife Soccer Challenge disebutnya menjadi ruang pembinaan penting dalam memacu perkembangan sepak bola putri di kota tersebut. "Malang dan sepak bola adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tingginya jumlah peserta merupakan bukti bahwa sepakbola di Malang juga digemari oleh kalangan putri. Saya berharap gelaran ini bisa menjadi salah satu indikator dan parameter sepakbola putri," kata Wahyu.
 
Sementara Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, menyebut tingginya jumlah peserta menjadi modal kuat bagi ekosistem sepak bola putri di Malang. Dia optimistis, kultur sepak bola yang kuat membuat Malang berpotensi menjadi kuda hitam di antara kota penyelenggara lainnya.
 
Menurutnya, kompetisi di 10 kota bertujuan melahirkan talenta berbakat yang akan tampil di MilkLife Soccer Challenge All Stars tahun depan di Kudus, Jawa Tengah. Dia yakin Malang mampu bersaing dengan daerah lain di panggung tersebut. "Dengan tradisi dan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola yang sangat kuat, kami yakin Malang memiliki potensi menjadi ‘kuda hitam’ saat melawan tim-tim dari kota lain di All Stars nanti," ungkap Welly.
 
Dalam kesempatan yang sama, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi latihan bagi para peserta. Dia menilai semangat yang ditunjukkan para siswi harus diikuti kerja keras untuk meningkatkan kemampuan teknis di seri berikutnya. "Harapan saya, para peserta dan sekolah bisa lebih serius dan konsisten berlatih karena ini adalah kompetisi yang prestisius. Sekolah harus aktif, tidak hanya menggelar latihan rutin kalau perlu mendatangkan pelatih bola yang bisa mempertajam kemampuan para peserta," ungkap Timo.
 
 
Timo berharap pada Seri 2 nanti, para siswi dapat memperlihatkan perkembangan signifikan dalam kemampuan mengolah bola, sekaligus menghadirkan pertandingan yang semakin berkualitas.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R