Akurat
Pemprov Sumsel

I.League: Tendangan 'Kungfu' Pemain Putra Jaya Pasuruan di Liga 4 Sengaja untuk Cederai Lawan

Endarti | 7 Januari 2026, 19:23 WIB
I.League: Tendangan 'Kungfu' Pemain Putra Jaya Pasuruan di Liga 4 Sengaja untuk Cederai Lawan

AKURAT.CO, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengecam keras aksi tidak sportif yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, terhadap penggawa Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha.

Insiden mengerikan tersebut terjadi pada pertandingan babak 32 besar Liga 4 PSSI Jawa Timur di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1). Aksi berupa tendangan keras ala "kungfu" yang mengarah langsung ke tubuh lawan dinilai telah mencederai nilai-nilai dasar olahraga.

Menanggapi hal ini, Ferry menyebut tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena berpotensi membahayakan keselamatan pemain di lapangan.

Baca Juga: Apresiasi Kehadiran Damai Suporter PSIM di Surabaya, Ferry Paulus: Biar Komdis yang Menindaklanjuti

“Ini jelas tindakan yang jauh dari sportivitas. Dari tayangan televisi dan video yang beredar di media sosial, terlihat jelas tendangan itu dilakukan secara sengaja untuk mencederai lawan,” ujar Ferry melalui keterangan resminya, Rabu (7/1).

Menurut Ferry, sanksi berat pantas dijatuhkan kepada pelaku sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus peringatan bagi seluruh pemain. Ia menekankan pentingnya menjaga kontrol emosi dalam pertandingan karena sepakbola juga menyangkut masa depan dan mata pencaharian para atlet.

“Ini harus menjadi pelajaran. Bermainlah sewajarnya, patuhi aturan, karena yang dipertaruhkan bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga karier pemain itu sendiri,” katanya menegaskan.

Sementara itu, manajemen PS Putra Jaya bergerak cepat menyikapi insiden tersebut. Klub asal Pasuruan itu resmi memutus kontrak Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Keputusan pemecatan diumumkan melalui akun media sosial resmi klub pada Senin (5/1) malam. Dalam pernyataan resminya, PS Putra Jaya menilai tindakan Hilmi bertentangan dengan prinsip fair play serta melanggar koridor aturan sepakbola.

Baca Juga: Persikabo 1973 Degradasi 3 Kali Dalam Waktu Kurang Dua Tahun, Kini Turun ke Liga 4

“Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya kepada tim Perseta 1970 Tulungagung, atas perbuatan pemain kami,” demikian pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P.

Di sisi lain, Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, menilai pelanggaran tersebut tergolong serius dan mengancam keselamatan atlet. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan olahraga.

“Isu keselamatan atlet bukan hanya tanggung jawab sepakbola, tetapi seluruh cabang olahraga. Pertandingan bisa ditunda, dibatalkan, bahkan dihentikan jika mengancam keselamatan atlet dan pihak terkait,” kata Umar.

Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan Nasional yang menempatkan keselamatan atlet sebagai hal utama.

“Untuk mencegah tindakan brutal berulang, penegakan disiplin harus dilakukan secara tegas. Tujuan kita adalah menciptakan iklim sepak bola yang sehat, kondusif, dan tidak merugikan pihak lain,” ujarnya.

Umar menambahkan, pihak-pihak yang merusak atmosfer kompetisi wajib ditertibkan melalui sanksi tegas, mulai dari teguran hingga hukuman berat, demi menjaga fair play dan rule of the game dalam sepakbola nasional.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H