Meski Barcelona Tersingkir di Piala Raja, Hansi Flick Sebut Filosofi Bermain Timnya Sudah 'Kembali'

AKURAT.CO, Setelah tersingkir dari Piala Raja atau Copa Del Rey, Barcelona kini berorientasi untuk memenangi La Liga dan Liga Champions. Sang pelatih, Hansi Flick, memilih untuk tak melihat terlalu jauh.
“Selangkah demi selangkah. Jalan masih panjang di depan. Di La Liga dan Liga Champions,” kata Hansi Flick usai laga leg kedua semifinal Piala Raja di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu (3/3) sebagaimana dipetik dari AS.
Barcelona menang 3-0 versus Atletico di leg kedua semifinal Piala Raja 2025-2026 namun mereka gagal ke final karena kalah 0-4 pada leg pertama di kandang lawan, Februari silam.
Selanjutnya, Blaugrana akan menghadapi Athletic Bilbao untuk matchday ke-27 La Liga Spanyol di Stadion San Mames, Bilbao, Sabtu (7/3).
Tiga hari setelahnya mereka akan bertandang ke markas Newcastle United di Inggris untuk leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.
“Kami harus fokus dengan apa yang selanjutnya, yaitu Bilbao dan Newcastle, dua tim yang kuat,” kata Flick.
Adapun kekalahan kontra Atletico di semifinal Piala Raja jelas membuat Barcelona kehilangan kesempatan untuk meraih trigelar. Pada saat yang sama mereka gagal mempertahankan trofi yang mereka rebut musim lalu.
“Kami kecewa, tetapi juga bangga dengan apa yang kami lihat. Itu adalah pertandingan yang luar biasa; kami menciptakan banyak peluang. Tetapi, pada akhirnya, itu tidak terjadi,” kata Flick.
Lebih dari itu, Flick menyebut cara Barcelona bermain melawan Atletico di leg kedua semifinal Piala Raja merupakan peningkatan dari filosofi bermainnya yang sempat surut.
Yakni ketika Barcelona mengalami dua kekalahan beruntun pada Februari silam. Yang pertama kalah 0-4 atas Atletico di Piala Raja kemudian disusul tumbang 1-2 versus Girona di La Liga.
Pada saat yang sama, pelatih asal Jerman itu memuji dua pemain mudanya yang tampil brilian di leg kedua versus Atletico: Marc Bernal dan Pau Cubarsi.
“Setelah dua kekalahan (melawan Atletico dan Girona), kami banyak berbicara dengan tim di ruang ganti. Saya kira tim kami bereaksi,” ucap Flick.
“Semua orang fantastis, Bernal fantastis, dan penampilan Pau Cubarsi menunjukkan dia adalah salah satu bek tengah terbaik di dunia. Ini adalah sikap yang saya inginkan dari para pemain.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









