Akurat
Pemprov Sumsel

Ofisial Malut Diduga Intimidasi Wartawan dan Datangi Ruang Ganti Wasit di Stadion Kie Raha

Zainal Hasan | 8 Maret 2026, 22:46 WIB
Ofisial Malut Diduga Intimidasi Wartawan dan Datangi Ruang Ganti Wasit di Stadion Kie Raha
Wartawan, sekaligus CEO Halmaherapost.com, Firjal Usdek saat dipaksa keluar dari tribun Gelora Kie Raha Ternate oleh tim keamanan di pertandingan BRI Super League, Malut United vs PSM, Sabtu (7/3/2026). HALMAHERA POST

AKURAT.CO, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman keras atas dugaan tindakan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis yang meliput pertandingan Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3).

Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah pertandingan berakhir, sekitar pukul 23.05 WIT. Peristiwa itu dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers serta hak wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Salah satu wartawan yang menjadi korban adalah Irwan Djailani atau yang akrab disapa Bradex, jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate. Ia mengaku didatangi dan mendapat tekanan dari seorang pria yang diduga merupakan ofisial Malut United.

Dalam kejadian tersebut, Irwan disebut diminta menghapus rekaman video yang diambilnya setelah pertandingan. Padahal, rekaman tersebut merupakan bagian dari aktivitas jurnalistik yang sah.

Tidak hanya itu, ofisial yang sama juga disebut meminta steward untuk mengeluarkan sejumlah wartawan dari area tribune stadion.

Para jurnalis yang berada di lokasi sebenarnya telah mengantongi kartu identitas resmi yang dikeluarkan oleh I.League selaku operator penyelenggara Super League.

Situasi di stadion dilaporkan semakin memanas ketika oknum tersebut juga mendatangi area ruang ganti wasit. Ia disebut membuntuti perangkat pertandingan, menggedor pintu ruang ganti, serta melontarkan kata-kata bernada ancaman.

Akibat insiden tersebut, perangkat pertandingan memilih tetap berada di ruang ganti untuk alasan keamanan. Mereka baru bisa meninggalkan stadion sekitar pukul 00.20 WIT setelah pihak kepolisian dan steward memastikan kondisi sudah kembali kondusif.

Ketua Umum SIWO PWI Pusat, Suryansyah, menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap wartawan merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

“Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan terhadap wartawan peliput. Wartawan yang hadir di stadion telah memiliki kredensial resmi dan menjalankan tugas jurnalistik yang sah,” ujar Suryansyah di Jakarta, Minggu (8/3).

SIWO PWI Pusat mendesak operator kompetisi, I.League, untuk segera melakukan investigasi dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan intimidasi. Menurut mereka, kejadian tersebut mencoreng citra kompetisi sepakbola profesional di Indonesia.

Selain itu, SIWO PWI Pusat meminta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti laporan terkait dugaan ancaman dan penghalangan kerja jurnalistik.

Tindakan tersebut dinilai berpotensi melanggar ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana maupun Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Di sisi lain, organisasi wartawan sepakbola, PSSI Pers, juga turut mengecam keras insiden tersebut. Ketua PSSI Pers, Robbi Yanto, menegaskan bahwa segala bentuk tekanan terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan.

“PSSI Pers mengutuk keras tindakan intimidasi terhadap wartawan yang meliput pertandingan Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha,” kata Robbi.

Ia menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh undang-undang. Karena itu, setiap bentuk ancaman atau upaya menghalangi tugas wartawan dapat diproses secara hukum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.