Akurat
Pemprov Sumsel

Sasar Juara, Jakarta Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya Siap Tempur di AVC 2026

Dian Eko Prasetio | 17 Maret 2026, 00:48 WIB
Sasar Juara, Jakarta Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya Siap Tempur di AVC 2026
Pevoli Jakarta Bhayangkara Presisi, Arjuna Mahendra (kiri), melakukan smes yang coba diblok pevoli Jakarta Garuda Jaya, Timofei Sokolov (tengah), pada pertandingan Proliga 2026 di GOR Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026). ANTARA/Muhammad Mada

AKURAT.CO, Indonesia dipastikan bakal menurunkan dua wakil terbaiknya dalam ajang bergengsi AVC Men's Volleyball Champions League 2026.

Turnamen antarklub voli putra kasta tertinggi di Asia ini dijadwalkan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 13–17 Mei 2026 mendatang.

Dua tim yang akan membawa bendera Merah Putih di hadapan publik sendiri adalah Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Imam Sudjarwo, mengaku optimistis delegasi tuan rumah mampu berbicara banyak dan bersaing sengit dengan tim raksasa voli Asia lainnya.

"Saya berharap Bhayangkara Presisi bisa menjadi juara. Dengan pengalaman tampil di kompetisi Asia, tentu Bhayangkara Presisi bisa bersaing dengan tim-tim dari Iran, Qatar, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang," kata Imam di Jakarta, Senin (16/3).

Langkah PBVSI menurunkan dua tim ini membawa misi ganda. Jika Bhayangkara Presisi dipasang sebagai ujung tombak untuk meraih trofi, Jakarta Garuda Jaya difungsikan sebagai kawah candradimuka bagi para talenta muda potensial.

Nama-nama seperti Dawuda Alaihimassalam dan Fauzan Nibras akan dijajal di level internasional demi mematangkan mental bertanding mereka. Hal ini selaras dengan proyek besar PBVSI menuju Olimpiade Brisbane 2032.

"Kami juga melakukan pembinaan prestasi dengan memberikan kesempatan kepada Jakarta Garuda Jaya yang diisi oleh pemain-pemain muda untuk merasakan bermain di level internasional," tambah Imam.

Sementara itu, Manajer Jakarta Bhayangkara Presisi, Pipit Rismanto, menegaskan kesiapan timnya.

Berbekal status runner-up edisi 2024 dan peringkat ketiga tahun lalu, timnya kini jauh lebih matang dalam membaca peta kekuatan lawan.

"Kami sudah dua kali berlaga di ajang ini, sehingga tentu lawan yang kami hadapi sudah tidak asing," kata Pipit.

Untuk memperkuat kedalaman skuad, Bhayangkara dikabarkan bakal mendatangkan sejumlah pemain lokal tambahan.

Tak main-main, mereka juga mengincar tanda tangan bintang voli dunia, Noumory Keita, setelah masa kontraknya di Liga Italia berakhir.

Berdasarkan hasil undian yang telah dirilis, kedua wakil Indonesia akan menghadapi jalan yang tidak mudah sejak fase grup.

Jakarta Bhayangkara Presisi akan berhadapan dengan wakil Kazakhstan, Zhaiyk VC, sementara Jakarta Garuda Jaya akan langsung ditantang oleh klub raksasa asal Iran, Foolad Sirjan Iranian.

Turnamen ini diharapkan menjadi panggung pembuktian bagi voli Indonesia, sekaligus menjadi tolak ukur program naturalisasi pemain Brasil yang tengah digodok federasi guna menyongsong masa depan voli nasional di kancah dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.