Akurat
Pemprov Sumsel

Meski Bangga dengan Penampilan Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto Merasa Dirugikan Wasit

Zainal Hasan | 13 April 2026, 18:21 WIB
Meski Bangga dengan Penampilan Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto Merasa Dirugikan Wasit
Suasana pertandingan final ASEAN Futsal Championship antara Thailand (merah) dan Indonesia (putih) di Nonthaburi Hall, Bangkok, Thailand, Minggu (12/4/2026). FFI

AKURAT.CO, Langkah Timnas Futsal Indonesia untuk mencetak sejarah sebagai juara beruntun Piala AFF Futsal harus terhenti. Pada partai final edisi 2026, skuad Garuda takluk 1-2 dari Timnas Futsal Thailand dalam laga yang berlangsung ketat.

Pertandingan final yang digelar di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium, Bangkok, Thailand, Minggu (12/4/2026) malam WIB, menyajikan duel sengit sejak menit awal. Indonesia tampil agresif dan mampu mengimbangi permainan cepat khas Thailand.

Tim asuhan Hector Souto bahkan sempat membuka keunggulan lebih dulu. Pada menit ke-16, Andreas Dwi Persada sukses memanfaatkan umpan tendangan ke dalam dari Aditya Wibowo untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Gol tersebut lahir dari situasi tanpa kawalan di depan gawang. Andreas dengan tenang melepaskan tembakan yang tak mampu diantisipasi kiper Thailand, sekaligus memantik harapan untuk mempertahankan gelar.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Thailand mampu bangkit dan meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama.

Gol penyeimbang Thailand dicetak oleh Itticha Praphaphan pada menit ke-20. Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh tim tuan rumah untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Memasuki babak kedua, tekanan Thailand semakin terasa. Hasilnya, Panat Kittipanuwong mencetak gol kedua pada menit ke-31 yang memastikan kemenangan 2-1 bagi Thailand.

Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mempertahankan gelar yang sebelumnya diraih pada edisi 2024. Saat itu, Indonesia sukses menjadi juara setelah menumbangkan Vietnam dengan skor 2-0 di partai final.

Di sisi lain, keberhasilan Thailand kembali menjadi kampiun semakin menegaskan dominasi mereka di ajang ini. Hingga kini, Thailand telah mengoleksi 17 gelar juara, jauh meninggalkan negara-negara pesaing di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Indonesia masih berada di posisi kedua dalam daftar peraih gelar dengan dua trofi, yakni pada 2010 dan 2024. Meski belum mampu menambah koleksi, performa tim dinilai tetap menunjukkan tren positif.

Pelatih Hector Souto mengaku tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya. Ia menilai skuad Garuda telah bekerja keras sepanjang turnamen dan menunjukkan kualitas permainan yang kompetitif hingga mencapai final.

"Sejujurnya, saya sangat bangga dengan para pemain dan staf kami. Saya rasa klub-klub di Indonesia dan para pendukungnya juga harus bangga dengan mereka, dengan kerja keras yang telah mereka lakukan," ujar Souto dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Souto juga menyoroti jalannya pertandingan, terutama pada babak pertama ketika Indonesia dinilainya mampu mengontrol permainan. Ia menyebut Thailand tidak memiliki banyak peluang berarti pada fase tersebut.

"Mereka memainkan pertandingan yang luar biasa. Pada babak pertama, kami mengontrol permainan dan Thailand tidak memiliki satu pun peluang. Kami mendapatkan beberapa pelanggaran yang menurut saya tidak semuanya layak disebut pelanggaran," jelasnya.

Pelatih asal Spanyol itu turut menyinggung sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Menurutnya, momen tersebut cukup memengaruhi jalannya pertandingan, termasuk gol penyama kedudukan Thailand.

"Sejujurnya, saya merasa kami terlalu sering dirugikan keputusan wasit. Mereka bisa menyamakan kedudukan dari titik sepuluh meter, sementara sebelumnya kami juga punya kesempatan yang sama saat unggul," tambah Souto.

Meski gagal meraih gelar, capaian runner up tetap menjadi modal penting bagi Indonesia. Evaluasi menyeluruh diyakini akan dilakukan guna memperbaiki kekurangan dan menatap turnamen berikutnya dengan optimisme yang lebih besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.