UEFA Buka Kemungkinan Selidiki Tudingan Raphinha Soal Kinerja Wasit di Laga Atletico vs Barcelona

AKURAT.CO, Komite Disiplin UEFA membuka kemungkinan untuk menyelidiki pernyataan Raphinha yang memprotes kinerja wasit di laga leg kedua perempat final Liga Champions 2025-2026 antara Atletico Madrid dan Barcelona.
Terlebih dulu UEFA akan melakukan penilaian terhadap pertandingan Atletico Madrid vs Barcelona yang menjadi subyek protes Raphinha tersebut.
Raphinha, winger Barcelona, tampaknya sulit menerima kekalahan timnya atas Atletico Madrid di perempat final Liga Champions 2025-2026. Ia bahkan menyebut kemenangan Atletico sebagai “perampokan”.
“Bagi saya, pertandingan ini adalah perampokan. Bukan hanya pertandingan ini (leg kedua), tetapi juga yang satu lagi (leg pertama),” kata Raphinha sebagaimana dipetik dari BBC.
Melawat ke kandang Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Selasa (14/4), Barcelona sejatinya menang dengan skor 2-1. Gol Barcelona di cetak oleh Lamine Yamal di menit keempat dan Ferran Torres di menit ke-24.
Namun, Atletico membalas melalui aksi Ademola Lookman di menit ke-31. Skor 1-2 di leg kedua menjadikan Atletico unggul agregat 3-2 karena menang 2-0 di leg pertama di markas Barcelona, pekan lalu.
Raphinha menyebut sejumlah keputusan wasit asal Prancis yang memimpin leg kedua, Clement Turpin, merupakan keputusan yang buruk. Menurut pemain asal Brasil itu ada kecenderungan rival takut jika Barcelona menang.
“Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran yang dilakukan Atletico tetapi wasit tidak memberikan mereka satu kartu kuning pun,” ucap Raphinha. “Saya benar-benar ingin tahu mengapa mereka begitu takut Barcelona lolos dan menang.”
Pada dua pertandingan perempat final, Barcelona masing-masing mendapat satu kartu merah. Di leg pertama adalah Pau Cubarsi dan di leg kedua giliran Eric Garcia yang diusir wasit.
Barcelona sendiri sudah mengajukan protes kepada UEFA sehubungan wasit tak menyatakan hand ball berpotensi penalti ketika salah satu pemain Atletico, Marc Pubill, memegang bola dengan tangannya.
Raphinha secara berani bahkan menyebut adanya pola berulang yang merugikan Barcelona. Sungguh pun eks pemain Leeds United itu memaklumi adanya human error dalam perwasitan.
“Saya kira semua orang bisa melakukan kesalahan, semuanya manusia biasa,” ucap Raphinha.
“Tetapi ketika kesalahan diulangi terus-menerus dengan cara yang nyaris sama, saya kira ada sesuatu yang perlu kita beri perhatian.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








