Akurat
Pemprov Sumsel

Panik di London? Ini Skenario Kemungkinan Juara Liga Primer Inggris antara Arsenal dan Man City

Hervin Saputra | 20 April 2026, 18:41 WIB
Panik di London? Ini Skenario Kemungkinan Juara Liga Primer Inggris antara Arsenal dan Man City
Suporter Manchester City membentangkan baliho bertuliskan "Panic On The Street of London" di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, sesaat setelah Erling Haaland mencetak gol kedua ke gawang Arsenal, Minggu (19/4/2026). X/Manchester City

AKURAT.CO, Suporter Manchester City memainkan perang urat syaraf yang tampaknya tepat ketika Arsenal bertandang ke markas mereka untuk pertandingan ke-32 Liga Primer Inggris 2025-2026, Minggu (19/4/2026).

Tepat setelah Erling Haaland mencetak gol kedua dalam kemenangan 2-1 Manchester City atas Arsenal di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, itu, suporter tuan rumah membentangkan baliho bertuliskan “panic on the streets of London.”

Kalimat tersebut dipetik dari lirik lagu salah satu band terkemuka asal Manchester, The Smiths, yang berjudul “Panic”. Suporter City menggunakannya untuk memberikan tekanan kepada Arsenal dalam persaingan gelar Liga Primer.

Tak lain karena kemenangan 2-1 semalam membuat City kini hanya berjarak tiga poin saja dari Arsenal yang berada di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris. Namun, The Citizens masih punya satu laga yang belum dimainkan.

Secara matematis, City masih berpeluang untuk merebut posisi puncak klasemen dari tangan Arsenal dan menjadi juara Liga Primer.

Akan sangat menyakitkan bagi Arsenal karena mereka berada di puncak klasemen hampir sepanjang musim ini namun harus menyerahkan mahkota kepada City di hari-hari terakhir.

Itu sebabnya, “panic on the streets of London” dibentangkan oleh suporter City. Yakni untuk menunjukkan bahwa Arsenal yang bermarkas di London mengalami kepanikan pasca kekalahan tersebut.

Skenario Juara, Arsenal atau Man City?

Sesuai regulasi, Liga Primer mewajibkan tim juara adalah yang meraih poin terbanyak. Jika poin setara, maka selisih gol terbanyak menjadi faktor. Jika masih imbang, yang terakhir adalah siapa paling banyak mencetak gol.

Kenyataan ini jelas merupakan tantangan berat bagi The Gunners. Saat ini mereka masih unggul satu gol dalam hal selisih gol dari City yang mengintai di peringkat kedua.

Tak ada jalan lain bagi Arsenal selain harus memenangi lima laga tersisa untuk mempertahankan posisi. Ini menjadi kewajiban dengan mengasumsikan City menyapu enam laga sisa mereka juga dengan kemenangan.

Jika situasi demikian, maka selisih gol akan sangat menentukan. Perlu diingat, City adalah tim yang bermain menyerang yang cenderung gandrung mencetak banyak gol.

Tak ayal, bagi Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, kemenangan sempurna saja tidak cukup di sisa musim ini. Mereka juga mesti menang dengan banyak gol untuk merengkuh trofi Liga Primer pertama selama 22 tahun sejak kali terakhir pada 2004.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.