Akurat
Pemprov Sumsel

PSSI dan I.League Tegas Tak Tolerir Kekerasan dalam Pertandingan, Soroti Kinerja Wasit

Zainal Hasan | 21 April 2026, 14:53 WIB
PSSI dan I.League Tegas Tak Tolerir Kekerasan dalam Pertandingan, Soroti Kinerja Wasit
Logo I.League.

AKURAT.CO, Operator kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025-2026, I.League, melayangkan kecaman keras atas insiden tidak sportif yang terjadi dalam laga EPA U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Dewa United Banten FC.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026), tersebut langsung menjadi sorotan publik sepakbola nasional.

Insiden ini menyeret nama pemain Timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto, yang dinilai melakukan tindakan berbahaya terhadap lawan di tengah pertandingan.

Aksi tersebut memicu kekhawatiran luas terkait aspek keselamatan pemain serta nilai sportivitas dalam kompetisi usia muda.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa federasi bersikap tegas terhadap segala bentuk kekerasan di lapangan hijau. Ia memastikan laporan insiden telah diterima dan segera ditindaklanjuti.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Yunus Nusi melalui keterangan resminya.

Tak hanya itu, PSSI juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan membuka peluang evaluasi terhadap kinerja perangkat pertandingan yang bertugas dalam laga tersebut.

“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapapun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan, yang akan menjadi perhatian Komite Wasit untuk evaluasi, edukasi dan sanksi bila terbukti,” lanjutnya.

Sejalan dengan sikap federasi, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menilai insiden ini mencederai esensi utama dari Elite Pro Academy sebagai wadah pembinaan pemain muda Indonesia.

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepakbola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Ferry Paulus.

Menurutnya, EPA bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter pemain sejak usia dini, termasuk dalam menjunjung tinggi nilai fair play di setiap pertandingan.

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," lanjutnya.

Ferry juga menjelaskan bahwa sistem penugasan perangkat pertandingan di EPA dirancang sebagai bagian dari proses pembinaan menyeluruh, tidak hanya untuk pemain tetapi juga bagi perangkat pertandingan itu sendiri.

“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan," kata Ferry.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak," katanya.

Di akhir pernyataannya, Ferry mengingatkan seluruh elemen dalam kompetisi usia muda untuk menjaga emosi dan menjunjung tinggi sportivitas demi masa depan karier mereka.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepakbola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri," tukas Ferry.

I.League memastikan akan terus berkoordinasi dengan PSSI, Komite Disiplin, dan Komite Wasit guna memperkuat pengawasan serta meningkatkan kualitas pembinaan dalam pelaksanaan EPA Super League musim 2025-2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.