Lebih dari 1.000 Atlet Palestina, 556 di Antaranya Pesepak Bola Tewas di Gaza, FIFA Tutup Mata dan Bungkam

AKURAT.CO Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya terhadap Israel (PACBI) melontarkan kritik keras kepada FIFA karena dinilai tidak mengambil sikap tegas terkait tewasnya ratusan atlet Palestina serta hancurnya fasilitas olahraga selama perang di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, PACBI mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 atlet Palestina telah kehilangan nyawa sejak konflik di Gaza pecah. Organisasi tersebut juga menyoroti korban di Lebanon, di mana sejumlah atlet dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah.
Berdasarkan data yang dirilis PACBI, sebanyak 1.007 atlet Palestina tewas selama perang berlangsung. Dari jumlah tersebut, 566 di antaranya merupakan pesepak bola, setara dengan sekitar 25 tim sepak bola penuh.
Selain korban jiwa, konflik juga disebut menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur olahraga. Sedikitnya 265 fasilitas olahraga dilaporkan hancur atau rusak akibat serangan yang terjadi di Gaza.
FIFA Dinilai Tidak Bertindak
PACBI menilai FIFA belum menunjukkan langkah konkret maupun pernyataan yang jelas terkait kematian para atlet dan penghancuran fasilitas olahraga di Gaza maupun Lebanon.
Menurut organisasi tersebut, sikap diam badan sepak bola dunia itu memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi standar yang diterapkan FIFA dalam merespons konflik dan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
PACBI menyebut banyak atlet menjadi korban ketika berada di rumah mereka maupun di tengah situasi konflik yang berlangsung. Organisasi itu menilai minimnya respons dari lembaga olahraga internasional berpotensi mengabaikan penderitaan para korban dan memperburuk dampak kemanusiaan yang ditimbulkan perang.
Soroti Dampak Perang terhadap Dunia Olahraga
PACBI menegaskan bahwa dunia olahraga tidak dapat dipisahkan dari dampak konflik yang sedang berlangsung. Kehilangan ratusan atlet dan rusaknya fasilitas olahraga disebut menjadi pukulan besar bagi perkembangan olahraga Palestina di masa depan.
Kelompok tersebut kembali mendesak komunitas olahraga internasional untuk mengambil langkah yang lebih tegas dalam menanggapi situasi yang terjadi di Gaza.
PACBI sendiri merupakan sayap akademik dan budaya dari gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), sebuah kampanye internasional yang menyerukan boikot, divestasi, dan sanksi terhadap Israel sebagai bentuk tekanan politik terkait isu Palestina.
Sumber: Middleeastmonitor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




