Akurat Logo

Lebih dari 1.000 Atlet Palestina, 556 di Antaranya Pesepak Bola Tewas di Gaza, FIFA Tutup Mata dan Bungkam

Fitra Iskandar | 12 Juni 2026, 18:43 WIB
Lebih dari 1.000 Atlet Palestina, 556 di Antaranya Pesepak Bola Tewas di Gaza, FIFA Tutup Mata dan Bungkam
Lebih dari 1.000 Atlet Palestina Tewas di Gaza. Foto: AA

AKURAT.CO Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya terhadap Israel (PACBI) melontarkan kritik keras kepada FIFA karena dinilai tidak mengambil sikap tegas terkait tewasnya ratusan atlet Palestina serta hancurnya fasilitas olahraga selama perang di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, PACBI mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 atlet Palestina telah kehilangan nyawa sejak konflik di Gaza pecah. Organisasi tersebut juga menyoroti korban di Lebanon, di mana sejumlah atlet dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah.

Berdasarkan data yang dirilis PACBI, sebanyak 1.007 atlet Palestina tewas selama perang berlangsung. Dari jumlah tersebut, 566 di antaranya merupakan pesepak bola, setara dengan sekitar 25 tim sepak bola penuh.

Selain korban jiwa, konflik juga disebut menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur olahraga. Sedikitnya 265 fasilitas olahraga dilaporkan hancur atau rusak akibat serangan yang terjadi di Gaza.

FIFA Dinilai Tidak Bertindak

PACBI menilai FIFA belum menunjukkan langkah konkret maupun pernyataan yang jelas terkait kematian para atlet dan penghancuran fasilitas olahraga di Gaza maupun Lebanon.

Menurut organisasi tersebut, sikap diam badan sepak bola dunia itu memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi standar yang diterapkan FIFA dalam merespons konflik dan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

PACBI menyebut banyak atlet menjadi korban ketika berada di rumah mereka maupun di tengah situasi konflik yang berlangsung. Organisasi itu menilai minimnya respons dari lembaga olahraga internasional berpotensi mengabaikan penderitaan para korban dan memperburuk dampak kemanusiaan yang ditimbulkan perang.

Soroti Dampak Perang terhadap Dunia Olahraga

PACBI menegaskan bahwa dunia olahraga tidak dapat dipisahkan dari dampak konflik yang sedang berlangsung. Kehilangan ratusan atlet dan rusaknya fasilitas olahraga disebut menjadi pukulan besar bagi perkembangan olahraga Palestina di masa depan.

Kelompok tersebut kembali mendesak komunitas olahraga internasional untuk mengambil langkah yang lebih tegas dalam menanggapi situasi yang terjadi di Gaza.

PACBI sendiri merupakan sayap akademik dan budaya dari gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), sebuah kampanye internasional yang menyerukan boikot, divestasi, dan sanksi terhadap Israel sebagai bentuk tekanan politik terkait isu Palestina.

Sumber: Middleeastmonitor

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.