Akurat Logo

Prancis vs Irak: Badai Petir di Philadelphia, Deschamps Main Kartu Graham Arnold Keluhkan Fokus Pemain

Dian Eko Prasetio | 23 Juni 2026, 17:47 WIB
Prancis vs Irak: Badai Petir di Philadelphia, Deschamps Main Kartu Graham Arnold Keluhkan Fokus Pemain
Pelatih Tim Nasional Irak, Graham Arnold, saat melindungi kepalanya dari hujan di laga Grup I Piala Dunia 2026 antara timnya kontra Prancis di Philadelphia, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026). X/brfootball

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Prancis, Didier Deschamps, dan arsitek Irak, Graham Arnold, kompak menyoroti drama penundaan laga tim mereka selama lebih dari dua jam.

Badai petir dahsyat menunda laga dengan kemenangan telak Les Bleus 3-0 atas Irak pada laga kedua Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026), itu.

Didier Deschamps secara jenaka mengungkapkan bahwa dirinya dan para pemain terpaksa menghabiskan waktu penundaan laga kedua Piala Dunia 2026 yang sangat lama tersebut dengan bermain kartu di ruang ganti demi menjaga mental bertanding.

Sementara Graham Arnold mengeluhkan hilangnya fokus instan anak asuhnya pasca-jeda panjang tersebut yang berujung pada kekalahan telak.

"Ini pertama kalinya hal seperti ini terjadi pada saya maupun para pemain. Itu adalah jeda yang sangat panjang, itu sebuah fakta. Namun yang terpenting adalah kami berhasil mengamankan enam poin dan resmi lolos ke babak 32 besar," canda Deschamps dikutip laman The Guardian.

Sementara itu di kubu lawan, Graham Arnold merasa frustrasi akibat penundaan tersebut yang berujung pada rusaknya momentum timnya akibat faktor alam tersebut.

"Jeda dua jam itu membuat segalanya jauh lebih sulit bagi pemain dan berkontribusi pada kesalahan kami. Saya sudah katakan kepada mereka sebelum babak kedua dimulai, ini adalah tentang siapa yang mampu langsung fokus di lapangan. Namun, jika melihat sisi positifnya, kami bermain melawan tim peringkat satu atau dua dunia dan kami unggul dalam penguasaan bola," tutur Arnold.

Sejak peluit pertama dibunyikan di bawah cuaca Pennsylvania yang panas dan lembap, Prancis langsung mengurung pertahanan Irak. Tekanan bertubi-tubi memaksa lini belakang Irak bertahan sangat dalam hingga ke garis kotak penalti mereka sendiri.

Kebuntuan pecah pada menit ke-14. Berawal dari kerja sama di sisi kanan, Michael Olise menyodorkan umpan pendek kepada Kylian Mbappe.

https://akurat.co/bola/867713/piala-dunia-2026-rekor-100-caps-kylian-mbappe-loloskan-prancis-ke-babak-32-besar

Menandai penampilannya yang ke-100 bersama timnas Prancis, Mbappe melepaskan tembakan roket kaki kiri yang menghujam deras ke pojok gawang Irak tanpa mampu dibendung sempurna oleh kiper Ahmed Basil. Prancis memimpin 1-0.

Irak sempat memberikan perlawanan setelah kapten mereka, Aymen Hussein, ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Ali al-Hamadi.

Al-Hamadi langsung merepotkan duet bek William Saliba dan Dayot Upamecano, termasuk lewat sundulannya yang menyamping tipis dari gawang Prancis. Tepat saat babak pertama usai, hujan deras disertai badai petir ekstrem memaksa laga dihentikan demi keselamatan.

Setelah penundaan selama dua jam sebelas menit yang diwarnai ketidakpastian, laga akhirnya dilanjutkan kembali. Suporter Irak yang memenuhi stadion sempat membakar atmosfer lewat yel-yel mereka, namun sorak-sorai itu seketika padam sepuluh menit setelah babak kedua dimulai akibat sebuah kesalahan konyol.

Bek Irak, Zaid Tahseen, melakukan blunder fatal saat berniat melepaskan tendangan gawang pendek gaya modern ke arah kiper. Operannya terlalu deras sehingga bola liar berhasil direbut oleh Ousmane Dembele.

Dengan cerdik, Dembele langsung mengirimkan umpan manja kepada Mbappe yang berdiri bebas untuk mencetak gol keduanya malam itu.

Ousmane Dembele akhirnya menyempurnakan performa apiknya pada menit ke-66. Menerima umpan manis dari pergerakan anggun Michael Olise, Dembele melepaskan sepakan cungkil berkelas untuk mencetak gol ketiganya sekaligus gol perdana dalam karier turnamen mayornya.

Sesaat setelah gol tersebut, Deschamps langsung menarik keluar Dembele dan Olise demi menjaga kebugaran mereka. Sementara bagi Kylian Mbappe, tambahan dua gol ini tidak hanya membawa Prancis lolos ke babak 32 besar, melainkan juga memanaskan persaingan pribadinya dengan Lionel Messi.

Mbappe kini telah mengoleksi empat gol di turnamen ini, hanya tertinggal satu gol dari Messi dalam perburuan trofi Sepatu Emas (Golden Boot) sekaligus mengejar rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.