Akurat Logo

Piala Dunia 2026: Messi, Mbappe, dan Haaland Berpotensi Pecahkan Rekor 72 Tahun Golden Boot

Dian Eko Prasetio | 24 Juni 2026, 14:04 WIB
Piala Dunia 2026: Messi, Mbappe, dan Haaland Berpotensi Pecahkan Rekor 72 Tahun Golden Boot
Tiga pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026. Kiri ke kanan: Lionel Messi (5 gol), Kylian Mbappe (4 gol), Erling Haaland (4 gol). X/Fabrizio Romano.

AKURAT.CO, Panggung Piala Dunia 2026 resmi menjadi medan perang paling mengerikan bagi para striker kelas dunia.

Perlombaan merengkuh gelar Sepatu Emas (Golden Boot) Piala Dunia menyajikan kejar-mengejar angka yang sangat intens. bahkan berpotensi meruntuhkan rekor abadi yang telah bertahan puluhan tahun.

Tiga megabintang utama, Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland, langsung tancap gas sejak turnamen dimulai.

Ketiganya mempertontonkan ketajaman yang luar biasa demi menobatkan diri sebagai predator paling mematikan di dunia.

Edisi 2026 menjadi Piala Dunia pertama sejak tahun 1954, dan baru yang kedua sepanjang sejarah sepakbola, di mana ada tiga pemain berbeda yang mampu mengemas empat gol atau lebih hanya dalam dua pertandingan awal fase grup.

Hingga laga kedua fase grup diselesaikan, Lionel Messi memimpin perburuan dengan koleksi lima gol dari dua laga Piala Dunia 2026.

Menyusul sepasang golnya yang membawa Argentina membungkam Austria 2-0.

Tepat di belakang La Pulga, duo monster lini depan Eropa, Kylian Mbappe (Prancis) dan Erling Haaland (Norwegia), menguntit ketat dengan torehan masing-masing empat gol berkat brace yang mereka cetak untuk negaranya masing-masing.

Persaingan ini juga langsung merombak daftar top skor sepanjang masa Piala Dunia. Sebelum turnamen dimulai, legenda Jerman Miroslav Klose memimpin dengan 16 gol.

https://akurat.co/bola/867677/top-skor-piala-dunia-sepanjang-masa-2026-lionel-messi-cetak-18-gol-lewati-miroslav-klose

Kini, Lionel Messi melesat sendirian di puncak sejarah dengan 18 gol, sementara Kylian Mbappe sukses menyamai catatan 16 gol milik Klose.

Sementara di sisi lain, Erling Haaland resmi menobatkan diri sebagai top skor sepanjang masa Norwegia di Piala Dunia hanya dalam dua laga.

Ketika para pesaingnya berpesta, nasib berbeda dialami bomber Inggris, Harry Kane. Pemenang Sepatu Emas Piala Dunia 2018 itu gagal menambah pundi-pundi golnya setelah Inggris ditahan imbang 0-0 oleh Ghana di Boston, Selasa (23/6) waktu setempat.

Kane bahkan membuang peluang emas di menit akhir setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kendati demikian, Kane (total sepuluh gol Piala Dunia) dan Mbappe masih berpeluang mengukir sejarah sebagai striker pertama yang mampu memenangi lebih dari satu gelar Golden Boot.

Kane juga hanya butuh satu gol lagi untuk melewati rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia.

Melihat ganasnya produktivitas gol saat ini, target besar para striker ini adalah meruntuhkan rekor legendaris milik Just Fontaine (Prancis) yang mencetak 13 gol dalam satu edisi Piala Dunia (1954).

Sepanjang sejarah, baru ada tiga manusia yang bisa mencetak dua digit gol dalam satu edisi (Fontaine, Gerd Muller, dan Sandor Kocsis). Musim panas ini, catatan itu berpotensi dilewati banyak pemain sekaligus.

Sektor lini depan tim tuan rumah juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Striker Kanada, Jonathan David, tampil meledak lewat torehan tiga gol termasuk hat-trick ke gawang Qatar.

Sementara dari kubu Amerika Serikat, mantan penyerang Arsenal, Folarin Balogun, sukses mengemas dua gol dalam dua laga awal.

Di bawah asuhan Mauricio Pochettino, Balogun diproyeksikan menjadi ujung tombak utama dalam dongeng sejarah yang sedang dirajut tim AS.

Meskipun banyak penantang baru bermunculan, konsistensi menakutkan yang ditunjukkan Messi, Mbappe, dan Haaland membuat siapa pun yang ingin merebut takhta Sepatu Emas harus bekerja ekstra keras hingga titik darah penghabisan.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.