Akurat Logo

Pelatih Mesir: Wasit Tidak Adil, Gelar Juara Sudah Diarahkan untuk Argentina

Zainal Hasan | 8 Juli 2026, 14:59 WIB
Pelatih Mesir: Wasit Tidak Adil, Gelar Juara Sudah Diarahkan untuk Argentina
Pelatih Tim Nasional Mesir, Hossam Hassan, saat melakukan protes terhadap wasit di laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026). X/i_yasser99

AKURAT.CO, Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah timnya tersingkir secara dramatis dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 2-3 dari Argentina, Rabu (8/6/2026) dini hari.

Menurut Hossam Hassan, hasil pertandingan Mesir vs Argentima di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, bukan semata ditentukan oleh kualitas permainan kedua tim.

Ia menilai sejumlah keputusan wasit Francois Letexier menjadi faktor yang sangat memengaruhi jalannya laga.

Mesir sebenarnya tampil impresif sejak awal pertandingan. The Pharaohs mampu memimpin dua gol lebih dahulu dan berada di atas angin untuk melaju ke perempat final.

Namun situasi berubah setelah beberapa keputusan kontroversial muncul. Salah satunya adalah gol Mostafa "Ziko" Mohamed yang dianulir VAR.

Serta insiden Mohamed Salah yang dianggap dijatuhkan di kotak penalti tetapi tidak berbuah hadiah penalti.

https://www.akurat.co/bola/872027/piala-dunia-2026-mostafa-ziko-tuding-wasit-berat-sebelah-sebut-mesir-jadi-korban-di-laga-kontra-argentina

Kontroversi tersebut memancing reaksi keras dari kubu Mesir. Bahkan salah seorang anggota staf tim harus menerima kartu merah akibat melakukan protes kepada perangkat pertandingan.

Dalam konferensi pers seusai laga, Hassan menyebut timnya tidak mendapatkan perlakuan yang adil sepanjang pertandingan.

"Kami tidak melihat adanya rasa hormat ataupun sportivitas. Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang berujung pada hasil ini," kata Hassan.

Mantan penyerang legendaris Mesir itu mengaku sulit menerima kenyataan timnya tersingkir setelah perjuangan keras yang telah ditunjukkan para pemain di lapangan.

"Hidup ini tidak adil. Dunia ini tidak adil. Baiklah, tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak bisa menerima hasil ini maupun jalannya pertandingan tersebut," keluh ia.

Hassan menilai kepemimpinan wasit telah menghapus kerja keras yang dibangun skuad Mesir sepanjang turnamen hingga akhirnya mampu menembus fase gugur Piala Dunia 2026.

"Wasit bertindak tidak adil. Dia telah menyia-nyiakan kerja keras satu bangsa. Gelar juara ini memang sudah diarahkan untuk Argentina," kata Hassan.

Pelatih yang mengoleksi 177 penampilan bersama Timnas Mesir itu bahkan melontarkan kritik yang lebih tajam terkait hasil pertandingan tersebut.

"Ini jelas merupakan pertandingan yang sudah diatur hasilnya dan seluruh dunia menyaksikannya," kata Hassan.

"Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan: jika mereka begitu menginginkan Argentina memenangkan Piala Dunia ini, mengapa repot-repot mengundang tim lain untuk datang dan bertanding di dalamnya?" .

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.