Bek Argentina 'Koban' Pelanggaran Penyebab Gol Mesir Dianulir: Pekerjaan Wasit Sudah Luar Biasa!

AKURAT.CO Bek timnas Argentina Lisandro Martinez membela kinerja wasit di Piala Dunia 2026 setelah muncul kontroversi dalam laga dramatis melawan Mesir di babak 16 besar. Menurutnya, perangkat pertandingan telah bekerja secara profesional dan tudingan keberpihakan kepada Argentina tidak berdasar.
Pernyataan Martinez disampaikan menjelang laga perempat final melawan Swiss, di tengah sorotan tajam terhadap keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang mewarnai kemenangan comeback Argentina atas Mesir.
Tolak Tuduhan Wasit Menguntungkan Argentina
Argentina memastikan tiket ke perempat final setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menang dramatis 3-2 atas Mesir.
Namun, pertandingan tersebut memicu protes dari Federasi Sepak Bola Mesir yang menilai keputusan VAR merugikan tim mereka. Salah satu momen yang dipersoalkan adalah dianulirnya gol Mostafa Zico pada menit ke-62 yang seandainya disahkan akan membawa Mesir unggul 2-0.
Kontroversi itu juga memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah warganet menuding Argentina mendapat keuntungan dari keputusan wasit selama turnamen berlangsung.
Meski demikian, Kepala Komite Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, telah membantah tudingan tersebut dan menegaskan seluruh wasit bekerja secara independen tanpa keberpihakan.
Menanggapi polemik tersebut, Martinez memilih tidak larut dalam kontroversi.
"Tidak, sama sekali tidak. Saya pikir mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Itu urusan kalian (media), yang terkadang menciptakan kontroversi. Kami hanya fokus memberikan kemampuan terbaik di lapangan," ujar Martinez kepada wartawan.
Argentina Hormati Kekuatan Swiss
Usai melewati laga berat melawan Mesir, Argentina kini bersiap menghadapi Swiss pada babak perempat final yang akan digelar di Kansas City, Sabtu (11/7/2026).
Martinez menegaskan timnya tidak akan meremehkan lawan. Menurutnya, keberhasilan Swiss mencapai delapan besar merupakan bukti kualitas yang dimiliki wakil Eropa tersebut.
Ia mengatakan Argentina telah mempelajari penampilan Swiss saat menyingkirkan Kolombia dan menilai calon lawannya memiliki organisasi permainan yang baik, fisik kuat, serta berbahaya dalam situasi bola mati.
"Seperti biasa, identitas tim ini adalah menghormati setiap lawan. Jika Swiss berada di tahap ini, itu karena mereka memang pantas. Mereka tim yang selalu berusaha memainkan sepak bola, sangat kuat secara fisik, dan berbahaya dalam situasi bola mati. Saya yakin pertandingan nanti akan menjadi tontonan yang menarik," kata Martinez.
Cristian Romero: Argentina Fokus Benahi Kekurangan
Bek Argentina lainnya, Cristian Romero, juga menegaskan skuad Albiceleste lebih memilih fokus memperbaiki performa sendiri dibanding memikirkan kekuatan lawan.
Romero, yang mencetak gol pertama Argentina saat mengalahkan Mesir, mengatakan evaluasi internal menjadi prioritas utama tim menjelang duel melawan Swiss.
"Siapa pun lawannya, apa pun nama negaranya, kami selalu fokus pada diri sendiri dan berusaha memperbaiki kesalahan yang masih ada," ujar Romero.
Pertandingan melawan Swiss menjadi ujian berikutnya bagi Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia. Tim asuhan Lionel Scaloni bertekad melanjutkan langkah ke semifinal, sementara Swiss berambisi menciptakan kejutan dengan menyingkirkan sang juara bertahan.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





